,

Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum UII, Prof. Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. Dikukuhkan

Sleman (12/1). Universitas Islam Indonesia mengukuhkan lagi seorang Guru Besar ke-16. Prof. Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat UII, di Auditorium Prof. Dr. Abdulkahar Mudzakkir sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum Internasional. Read more

,

FKPH LEM FH UII Selenggarakan Gold “Game of Law Dean” 2018

Forum Kajian dan Penulisan Hukum LEM FH UII (FKPH LEM FH UII)  bekerjasama dengan Bidang Kemahasiswaan Fakutas Hukum UII sukses menyelenggarakan acara yang bertajuk Game Of Law Dean (GOLD) tahun 2018. Ada 2 (dua) agenda besar dalam acara tersebut, yaitu Workshop publik speaking dan kompetisi hukum. Workshop publik speaking diselenggarakan pada tanggal 23 November 2018 di Ts. 2.11 Fakultas Hukum UII. Workshop tersebut dipandu oleh saudara Mhd. Zainul Fikri, S.H dan dihadiri oleh puluhan peserta GOLD 2018. Read more

Delegasi FH UII, KPS Sabet Juara 2, Riah Hakim Terbaik, dan Berkas Terbaik Piala Djokosutono FH UI

Alhamdulillah, Tim Peradilan Semu FH UII meraih juara 2, berkas terbaik dan hakim terbaik pd kompetisi bergengsi piala Djokosutono di FH UI Jakarta.

Peradilan Semu dan FKPH, adalah dua UKM Kemahasiswaan dengan kerja otak yang tinggi dan selalu mengharumkan nama Fakuktas. Selamat untuk semuanya dan para pembimbingnya. Saya terkesan dengan perjuangan panjang PS baik secara horizontal dg latihan-latihan dan vertikal dengan selalu tadarus Al Qur’an dan berdo’a bersama habis maghrib di Masjid Kampus Tamsis sebelum melanjutkan latihannya. Semoga ilmunya barokah. Aamiin Y R A.

Juara 3 lomba Debat MPR tingkat Regional DIY 2018 atas nama Muhammad Faishal Al Fadhil, Shilvi Grisminarti, Muhammad Addres Akmaludin

Prestasi kembali diraih oleh Mahasiswa FH UII. Muhammad Faishal Al  Fadhil, Shilvi Grisminarti, dan Muhammad Addres Akmaludin yang tergabung dalam tim Debat FKPH LEM FH UII berhasil meraih Juara 3 Lomba Debat Majelis Permusyawaratan Rakyat Regional DIY Tahun 2018. Kompetisi tersebut diselenggarkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat pada tanggal 20 Oktober 2018 di Hotel Grand Ambarukmo Yogyakarta.

Muhammad Faisal Al Fadhil selaku ketua tim menuturkan bahwa “terdapat beberapa kendala seperti undangan perlombaan yang mendadak sehingga berpengaruh terhadap waktu latihan yang mepet. Selain itu kurangnya pendampingan dari pembimbing lomba juga berpengaruh terhadap pemantapan persiapan.”

Faisal lebih lanjut mengatakan bahwa “Tetapi dibalik segala kesulitan tersebut, Saya mewakili tim sangat bangga sekali karena bisa berkompetisi dalam debat MPR yang sangat bergengsi dikalangan mahasiswa fakultas hukum di Indonesia. Meskipun hanya mendapat juara ketiga tetapi senang rasanya dapat bertarung intelektual melawan universitas-universitas lain.”

Tim Debat FKPH LEM FH UII bertanding dengan  tim debat dari beberapa universitas lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas tersebut seperti Universitas Gadjah Mada, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Sistem peserta Debat MPR kali ini memang menggunakan sistem undangan, sehingga tidak semua universitas di DIY dapat ikut berpartisipasi.

Faisal berharap “semoga delegasi debat MPR kedepan adalah orang-orang terbaik di fakultas hukum UII yang dipilih melalui proses seleksi yang ketat dan objektif. Lalu, Disiapkan pendampingan dan pembimbingan lomba supaya delegasi kedepannya dapat meraih juara pertama di dalam kompetisi Debat MPR, tidak hanya regional tapi nasional.”

 

Muhammad Yanuar Sodiq raih Juara 2 Lomba Paper tingkat Nasional Marvelaw Unnes Competition 2018 di Universitas Negeri Semarang

Mahasiswa FH UII kembali mengukir prestasi. Muhammad Yanuar Sodiq yang menjadi delegasi dari FKPH LEM FH UII berhasil memperoleh Juara 2 dalam Lomba Esai Tingkat Nasional dalam ajang kompetisi Marvelaw Unnes Competition 2018. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tanggal 12 – 14 November 2018 dalam rangka Dies Natalis UNNES.

Yanuar menuturkan bahwa “paper yang ia buat merupakan bentuk gagasan untuk meratifikasi konvensi international labour organization (ILO) serta pembentukan serikat pekerja rumah tangga, tujuannya karena undang-undang ketenagakerjaan sekarang belum secara maksimal memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja rumah tangga. Hal ini karena undang-undang ketenagakerjaan masih fokus terhadap perlindungan bagi perkerja industrial semata oleh karena itu perlu ratifikasi konvensi international labour organization yang dalam pelaksanaannya lebih efisien dilakukan dibanding melakukan revisi atas undang-undang ketenagakerjaan yang bahkan saat ini belum sampai tahap pembahasan. Dengan terwujudnya gagasan ini diharapkan pekerja rumah tangga dapat diberikan perlindungan yang maksimal seperti adanya waktu istirahat yang cukup serta mekanisme pembayaran gaji yang adil.”

Terdapat beberapa kendala dan kesulitan yang dialami Yanuar dalam proses persiapan kompetisi ini seperti adanya keterbatasan waktu karena pada saat itu berbarengan dengan agenda kompetisi lainnya. Tetapi, kesulitan ini juga dibarengi dengan semangat serta kemudahan yang diberikan oleh dosen pembimbing serta teman-teman yang lain sehingga tidak menyurutkan semangat Yanuar untuk mengukir prestasi.

“Ucapan terimakasih yang sebesarnya-besarnya kepada Syarif Nurhidayat selaku dosen pembimbing, kepada FKPH terkhusus departemen kompetisi yang dari awal memberikan pendampingan sehingga saya fokus dalam mempersiapkan materi, kepada kakak alumni FKPH yang sedikit banyak memberikan solusi dan ide, kepada pihak kampus yang telah menyediakan fasilitas ruangan dan akomodasi perlombaan, serta teman-teman semua yang telah mendoakan dan memberikan semangat. Lomba ini menjadi hadiah spesial bagi FKPH di akhir kepengurusan periode ini” Tutur Yanuar.

Yanuar berpesan “kepada adik-adik tingkat supaya bisa berprestasi lebih lagi dan tidak hanya mendapat  juara 2, jangan pernah putus asa, terus asah pikiran, kalau ada gagasan tulis, karena itu salah satu bentuk upaya kita mencerdaskan kehidupan bangsa dengan cara memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi bangsa ini dan semoga FKPH semakin Berjaya.”

Hilyatul Asfia menjadi Best Paper dalam lomba essai Nasional Forum Mahasiswa Hukum Indonesia 2018 di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Hilyatul Asfia menjadi Best Paper dalam lomba essai Nasional Forum Mahasiswa Hukum Indonesia 2018 di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Syahdhan Raih The Young Researcher of The Year” in International Research Competition 2018 in Singapore

The Young Researcher of The Year

“Pak!, Alhamdulillah saya memenangkan penghargaan “The Young Researcher of The Year” in International Research Competition 2018 in Singapore, demikian yang dikatakan SYAHDHAN DWI RAHMATULLOH (15410116) Mahasiswa FH UII Angkatan 2015 yang saat ini masih di Singapura.

Read more

Tim FH UII Juara 1 sebagai Best Memorial dalam Kompetisi International Humanitarian Law Moot Court Competition di Bandung

Alhamdulillahirobbil alamiin. Tim FH UII juara 1 sebagai best memorial dalam Kompetisi International Humanitarian Law Moot Court Competition di Bandung. Terimakasih atas dukungan Bapak Ibu sekalian wabil khusus pembimbing Prof Sefriani, Christopher Cason, Fasya, Haekal, Yaries, shawfa.

Congratulations!

For the team who just won the Best Memorial at the 13th Indonesian National Round International Humanitarian Law Moot Court Competition 2018, University of Catholic Parahyangan, Bandung, 2-4 November 2018.

Team: Muhammad Rafi (IP Student Ridwan No: 16410171) and Ardya Syafhana (IP Student No: 16410028)

Team Advisor: Prof. Dr. Sefriani, SH, MHum, Christopher C. Cason, JD, Fasya Addina, SH, Uni Tsulatsi Putri, SH, Shawfa Ata Taqiya, SH, and other contributors who directly and indirectly support the team during the preparation

Jurnal FH UII juara 2 lomba pengelolaan jurnal terakreditasi terbaik tingkat nasional yg diselenggarakan oleh MK RI

Jurnal FH UII juara 2 lomba pengelolaan jurnal terakreditasi terbaik tingkat nasional yg diselenggarakan oleh MK RI

Alhamdulillah wa syukrulillah… Tahniah untuk Prof. Ni’mah dan teman-teman pengelola jurnal… Semoga tetap barokah dan selalu menginspirasi… Aamiin Ya Rabb

 

Prof. Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. Guru Besar UII ke 16

Prof. Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. Guru Besar UII ke 16

Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. berhasil menyandang gelar Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Internasional. Capaian ini menjadikannya sebagai Guru Besar ke-16 di lingkungan UII.

Pengangkatan sebagai Guru Besar ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI pada Selasa (16/10), di Gedung Prof. Dr. Sardjito UII, oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT) Wilayah V Yogyakarta, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA., kepada Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dan diserahkan kepada Dr. Sefriani, S.H., M.Hum.

Dalam sambutannya Bambang Supriyadi menuturkan, sampai saat ini jumlah Guru Besar di LLPT Wilayah V Yogyakarta masih rendah. Hal ini mengingat dari jumlah keseluruhan dosen sekitar 7500 orang, yang menjadi Guru Besar dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) hanya 56 orang.

“Kami sebenarnya setiap tahun paling tidak dua kali membuat workshop penulisan karya ilmiah untuk peningkatan jabatan. Disitu di undang bagian SDM serta beberapa contoh dari dosen yang siap menjadi Guru Besar,” ujarnya.

Bambang Supriyadi menambahkan, saat ini pengajuan sebagai Guru Besar jauh lebih sulit dibanding dengan sebelumnya. Tata cara penilaian jauh lebih teliti, tidak boleh terindikasi plagiasi, kecocokan antara tinjauan pustaka dengan daftar pustaka, serta apakah subtansi sama dengan bidang keahliannya.

“Jadi sekarang disatu sisi kita mendorong (dosen) supaya bisa mengajukan Guru Besar, namun di sisi lain tim penilai kami juga harus hati-hati, agar jangan sampai nantinya kalau sudah dikirim ke Jakarta dikembalikan lagi,” tandasnya.

Sementara Fathul Wahid dalam sambutannya menyinggung beberapa peran Profesor atau Guru Besar. Menurutnya ada tiga kata kunci yakni pertama terkait profesorship, academic citationship dan intelectual leadership.

Fathul Wahid memaparkan, Profesor Brush dari University of Bristol setelah mewawancarai sekitar 30 Profesor di United Kingdom (UK) menemukan bahwa seorang Profesor selain memiliki kualitas personal, juga harus menyeimbangkan antara kebebasan dan tanggung jawab.

Disampaikan Fathul Wahid, kualitas personal yang ditemukan Profesor Brush tersebut yaitu reciliency (ketahanan), confidence (kepercayaan diri) dan assertiveness (ketegasan). Posisi Profesor harus bisa merefleksikan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Kebebasan ini meliputi kredibilitas, kemandirian intelektual dan menentukan lingkup penelitiannya sendiri.

“Sedangkan untuk tangung jawabnya meliputi menarik dalam penelitian, diseminasi ide intelektual secara luas dalam ranah publik, serta terlibat aktif dalam memecahkan masalah-masalah publik. Kalau semua ini dilakukan, profesorship bukanlah menjadi tujuan tetapi justru menjadi modal berbuat lebih banyak untuk umat,” jelasnya.

Sementara disampaikan Sekretaris Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Syamsudin, S.H., M.H., Guru Besar merupakan ‘makhluk langka’. Ia mengatakan demikian setelah membaca data kepangkatan di UII serta data secara nasional. “Di UII sendiri dari 675 dosen, hanya 16 orang yang Profesor, sekitar 2.3% saja. Sedangkan yang berpotensi untuk menjadi Guru Besar, artinya sudah Doktor juga Lektor Kepala ada sekitar 83 orang,” ungkapnya.

diterbitkan di http://uii.ac.id

Read more