Delegasi FH UII, KPS Sabet Juara 2, Riah Hakim Terbaik, dan Berkas Terbaik Piala Djokosutono FH UI

Alhamdulillah, Tim Peradilan Semu FH UII meraih juara 2, berkas terbaik dan hakim terbaik pd kompetisi bergengsi piala Djokosutono di FH UI Jakarta.

Peradilan Semu dan FKPH, adalah dua UKM Kemahasiswaan dengan kerja otak yang tinggi dan selalu mengharumkan nama Fakuktas. Selamat untuk semuanya dan para pembimbingnya. Saya terkesan dengan perjuangan panjang PS baik secara horizontal dg latihan-latihan dan vertikal dengan selalu tadarus Al Qur’an dan berdo’a bersama habis maghrib di Masjid Kampus Tamsis sebelum melanjutkan latihannya. Semoga ilmunya barokah. Aamiin Y R A.

Juara 3 lomba Debat MPR tingkat Regional DIY 2018 atas nama Muhammad Faishal Al Fadhil, Shilvi Grisminarti, Muhammad Addres Akmaludin

Juara 3 lomba Debat MPR tingkat Regional DIY 2018 atas nama Muhammad Faishal Al Fadhil, Shilvi Grisminarti, Muhammad Addres Akmaludin

Muhammad Yanuar Sodiq raih Juara 2 Lomba Paper tingkat Nasional Marvelaw Unnes Competition 2018 di Universitas Negeri Semarang

Muhammad Yanuar Sodiq raih Juara 2 Lomba Paper tingkat Nasional Marvelaw Unnes Competition 2018 di Universitas Negeri Semarang

Hilyatul Asfia menjadi Best Paper dalam lomba essai Nasional Forum Mahasiswa Hukum Indonesia 2018 di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Hilyatul Asfia menjadi Best Paper dalam lomba essai Nasional Forum Mahasiswa Hukum Indonesia 2018 di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Syahdhan Raih The Young Researcher of The Year” in International Research Competition 2018 in Singapore

The Young Researcher of The Year

“Pak!, Alhamdulillah saya memenangkan penghargaan “The Young Researcher of The Year” in International Research Competition 2018 in Singapore, demikian yang dikatakan SYAHDHAN DWI RAHMATULLOH (15410116) Mahasiswa FH UII Angkatan 2015 yang saat ini masih di Singapura.

Read more

Tim FH UII Juara 1 sebagai Best Memorial dalam Kompetisi International Humanitarian Law Moot Court Competition di Bandung

Alhamdulillahirobbil alamiin. Tim FH UII juara 1 sebagai best memorial dalam Kompetisi International Humanitarian Law Moot Court Competition di Bandung. Terimakasih atas dukungan Bapak Ibu sekalian wabil khusus pembimbing Prof Sefriani, Christopher Cason, Fasya, Haekal, Yaries, shawfa.

Congratulations!

For the team who just won the Best Memorial at the 13th Indonesian National Round International Humanitarian Law Moot Court Competition 2018, University of Catholic Parahyangan, Bandung, 2-4 November 2018.

Team: Muhammad Rafi (IP Student Ridwan No: 16410171) and Ardya Syafhana (IP Student No: 16410028)

Team Advisor: Prof. Dr. Sefriani, SH, MHum, Christopher C. Cason, JD, Fasya Addina, SH, Uni Tsulatsi Putri, SH, Shawfa Ata Taqiya, SH, and other contributors who directly and indirectly support the team during the preparation

Jurnal FH UII juara 2 lomba pengelolaan jurnal terakreditasi terbaik tingkat nasional yg diselenggarakan oleh MK RI

Jurnal FH UII juara 2 lomba pengelolaan jurnal terakreditasi terbaik tingkat nasional yg diselenggarakan oleh MK RI

Alhamdulillah wa syukrulillah… Tahniah untuk Prof. Ni’mah dan teman-teman pengelola jurnal… Semoga tetap barokah dan selalu menginspirasi… Aamiin Ya Rabb

 

Prof. Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. Guru Besar UII ke 16

Prof. Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. Guru Besar UII ke 16

Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Sefriani, S.H., M.Hum. berhasil menyandang gelar Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Internasional. Capaian ini menjadikannya sebagai Guru Besar ke-16 di lingkungan UII.

Pengangkatan sebagai Guru Besar ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI pada Selasa (16/10), di Gedung Prof. Dr. Sardjito UII, oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT) Wilayah V Yogyakarta, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA., kepada Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dan diserahkan kepada Dr. Sefriani, S.H., M.Hum.

Dalam sambutannya Bambang Supriyadi menuturkan, sampai saat ini jumlah Guru Besar di LLPT Wilayah V Yogyakarta masih rendah. Hal ini mengingat dari jumlah keseluruhan dosen sekitar 7500 orang, yang menjadi Guru Besar dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) hanya 56 orang.

“Kami sebenarnya setiap tahun paling tidak dua kali membuat workshop penulisan karya ilmiah untuk peningkatan jabatan. Disitu di undang bagian SDM serta beberapa contoh dari dosen yang siap menjadi Guru Besar,” ujarnya.

Bambang Supriyadi menambahkan, saat ini pengajuan sebagai Guru Besar jauh lebih sulit dibanding dengan sebelumnya. Tata cara penilaian jauh lebih teliti, tidak boleh terindikasi plagiasi, kecocokan antara tinjauan pustaka dengan daftar pustaka, serta apakah subtansi sama dengan bidang keahliannya.

“Jadi sekarang disatu sisi kita mendorong (dosen) supaya bisa mengajukan Guru Besar, namun di sisi lain tim penilai kami juga harus hati-hati, agar jangan sampai nantinya kalau sudah dikirim ke Jakarta dikembalikan lagi,” tandasnya.

Sementara Fathul Wahid dalam sambutannya menyinggung beberapa peran Profesor atau Guru Besar. Menurutnya ada tiga kata kunci yakni pertama terkait profesorship, academic citationship dan intelectual leadership.

Fathul Wahid memaparkan, Profesor Brush dari University of Bristol setelah mewawancarai sekitar 30 Profesor di United Kingdom (UK) menemukan bahwa seorang Profesor selain memiliki kualitas personal, juga harus menyeimbangkan antara kebebasan dan tanggung jawab.

Disampaikan Fathul Wahid, kualitas personal yang ditemukan Profesor Brush tersebut yaitu reciliency (ketahanan), confidence (kepercayaan diri) dan assertiveness (ketegasan). Posisi Profesor harus bisa merefleksikan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Kebebasan ini meliputi kredibilitas, kemandirian intelektual dan menentukan lingkup penelitiannya sendiri.

“Sedangkan untuk tangung jawabnya meliputi menarik dalam penelitian, diseminasi ide intelektual secara luas dalam ranah publik, serta terlibat aktif dalam memecahkan masalah-masalah publik. Kalau semua ini dilakukan, profesorship bukanlah menjadi tujuan tetapi justru menjadi modal berbuat lebih banyak untuk umat,” jelasnya.

Sementara disampaikan Sekretaris Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Syamsudin, S.H., M.H., Guru Besar merupakan ‘makhluk langka’. Ia mengatakan demikian setelah membaca data kepangkatan di UII serta data secara nasional. “Di UII sendiri dari 675 dosen, hanya 16 orang yang Profesor, sekitar 2.3% saja. Sedangkan yang berpotensi untuk menjadi Guru Besar, artinya sudah Doktor juga Lektor Kepala ada sekitar 83 orang,” ungkapnya.

diterbitkan di http://uii.ac.id

Read more

Mahasiswa IP FH UII Juara 2nd Runner Up dalam 3rd International Dispute Negotiation Competition 2018

MALANG – Mahasiswa Program Internasional Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengukir prestasi pada kompetisi “3rd International Dispute Negotiation” competition 2018 yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya. Perolehan 2ndRunner Up diraih oleh Faisal Siraj Hamdan dan Leliana Galuh Manika dimana keduanya merupakan mahasiswa Program Internasional Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dan anggota UKM SAIL FH UII. Adapun tim perlombaan ini mendapat bimbingan langsung dari Dodik Setiawan Nur Heriyanto, SH, MH, LLM, PhD. Read more

Best Speaker at International Conference held by Board of Inter Islamic Universities Cooperation in Indonesia and UNNISULA

JAMALUDDIN GHAFUR, SH, MH (Permanent Lecturer of Law Faculty UII) is Best Speaker at International Conference held by Board of Inter Islamic Universities Cooperation in Indonesia and UNNISULA