Pendaftaran PKPA FH

Telah dibuka PENDAFTARAN PKPA Angkatan XI Th. 2009

Waktu Pendaftaran  

Ujian Seleksi  

Pengumuman Hasil Ujian

Registrasi   

Pelaksanaan Kuliah  

 : 22 Desember – 29 Januari 2009

 : 31 Januari 2009: 22 Desember –

 : 2 Februari 2009 31 Januari 2009

 : 2 – 13 Februari : 2 Februari 20092009

 : 14 Februari 2009

Telah dibuka PENDAFTARAN PKPA Angkatan XI Th. 2009

Waktu Pendaftaran  

Ujian Seleksi  

Pengumuman Hasil Ujian

Registrasi   

Pelaksanaan Kuliah  

 : 22 Desember – 29 Januari 2009

 : 31 Januari 2009: 22 Desember –

 : 2 Februari 2009 31 Januari 2009

 : 2 – 13 Februari : 2 Februari 20092009

 : 14 Februari 2009

Biaya
Biaya Pendidikan                                  : Rp  3.500.000,-
Biaya Pendaftaran                                 : Rp     150.000,-

Syarat Pendaftaran :

1.      Berijazah S1 dari Fakultas Hukum, Fakultas Syariah, Perguruan Tinggi Hukum Militer, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian

2.      Menyerahkan Foto Copy Ijazah S! & S2 (jika ada) yang telah dilegalisir       2 Lembar.

3.      Menyerahkan Pas Foto 3×4 (2 lembar) TEMPAT PENDAFTARAN :
Kampus Gedung Lantai II Sayap Barat Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Jl. Tamansiswa No. 158 Yogyakarta.
Telp. (0274) 379178 Ext.129 \ 264 Faks. (0274) 377043

”The Best Institution for Best Advocate”

Wakil Dekan Bicara Street Law di Philipina

Kembali, untuk kesekian kalinya wakil dekan FH UII, Nandang Sutrisno, SH.,LLM.,MHum.,Ph.D menjadi satu-satunya orang Indonesia yang menjadi pembicara pada The 5th Worldwide Conference of the Global Alliance of Justice Education (GAJE) di Ateneo Law School, Rockwell Drive, Rockwell Center, Makati City, Philippines, 7-13 Desember 2008.

Kembali, untuk kesekian kalinya wakil dekan FH UII, Nandang Sutrisno, SH.,LLM.,MHum.,Ph.D menjadi satu-satunya orang Indonesia yang menjadi pembicara pada The 5th Worldwide Conference of the Global Alliance of Justice Education (GAJE) di Ateneo Law School, Rockwell Drive, Rockwell Center, Makati City, Philippines, 7-13 Desember 2008.

 

Konferensi yang bertempat di Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Human Rights Center) Ateneo Law School ini dihadiri lebih dari 50 peserta dari seluruh kawasan di Dunia. Praktisi hukum, dosen dan mahasiswa hukum, perwakilan pemerintah, dan organisasi lainnya yang tertarik pada isu pemajuan hak asasi manusia dan keadilan sosial turut serta berpartisipasi dalam konferensi kali ini. Konferensi ini bertujuan untuk memperkenalkan inisiatif-inisiatif baru dalam dunia pendidikan hukum yang berbasis pada keadilan masyarakat. Tekanannya pada pendidikan hukum berbasis masyarakat atau yang umum dikenal dengan street law.

 

Pak Nandang, sapaan akrab beliau, membicarakan dua isu yang berbeda; Establishing a Community Legal Education (Street Law): A Southeast Asia Experience dan Poverty Lawyering & Legal Empowerment of the Poor: an Opportunity or Challenge for Law School? Dalam presentasinya Pak Nandang mengemukakan tentang pelayanan yang diberikan LKBH FH UII terhadap  orang-orang yang kurang memiliki akses terhadap keadilan dengan membuka pos pelayanan hukum di Imogiri. Tujuannya tak lain untuk lebih mendekatkan lagi akses keadilan pada korban gempa bumi.

 

Beliau juga menambahka, kiprah FH UII dalam pendidikan hukum tidak hanya dengan melibatkan mahasiswa baik dalam pelayanan hukum maupun pendidikan hukum masyarakat tapi juga pemberdayaan hukum masyarakat. “Satu institusi pendidikan hukum dapat berkiprah dalam peningkatan pendidikan hukum masyarakat dan peningkatan akses masyarakat terhadap keadilan”, imbuhnya.

 

Konferensi seperti ini bukan yang pertama kali bagi dosen FH UII jebolan University of Melbourn, Australia ini. Terhitung sejak tahun 2005 sudah 5 kali beliau diundang baik sebagai pembicara maupun sebagai peserta. Sebagai peserta pada konferensi internasional di Hongkong, 2005, dan sebagai pembicara pada konferensi yang diadakan oleh UNISCO PBB bekerjasama dengan Fakultas Hukum se-Iran di Shahim Behesty University, Iran, 2006. Di tahun yang sama, diundang sebagai peserta di Afrika Selatan. Tahun 2007 beliau juga menjadi pembicara pada konferensi internasional yang diadakan oleh John Hopkins University, USA bertempat di Turki, dan sebagai peserta pada konferensi serupa di Philipina (Mahrus).

PSH Adakan Bedah Disertasi

Setelah sukses mengadakan bedah disertasi Dr. Muntoha, SH, M.Ag tanggal 3 Desember 2008 yang lalu, Pusat Studi Hukum (PSH) Fakultas Hukum kembali akan mengadakan bedah disertasi yang rencananya akan dilaksankan pada hari Rabu, 31 Desember 2008.

Setelah sukses mengadakan bedah disertasi Dr. Muntoha, SH, M.Ag tanggal 3 Desember 2008 yang lalu, Pusat Studi Hukum (PSH) Fakultas Hukum kembali akan mengadakan bedah disertasi yang rencananya akan dilaksankan pada hari Rabu, 31 Desember 2008. Rencananya bedah disertasi kali ini akan dimulai pada jam 08.30 sampai jam 12.00 dan bertempat di Ruang Sidang Utama, Lantai III Fakultas Hukum UII Jalan Taman Siswa 158 Yogyakarta.

Bedah disertasi kali ini akan menghadirkan Dr. Mustaqiem, SH.,M.Si sebagai pembicara dengan judul disertasi, “Pengaturan Pajak Daerah dalam Sistem Perpajakan di Indonesia”. Dr. Mustaqiem adalah doktor hukum pajak lulusan program doktor fakultas hukum Universitas Airlangga, Surabaya tahun 2005. Bedah disertasi ini terbuka dan gratis untuk umum. Fasilitas yang disediakan panitia berupa makalah dan snack. (Mahrus)


Agus Triyanta, Doktor Ke-15 FH

Selasa, 2 Desember 2008 merupakan hari yang istimewa bagi pak Agus, begitulah panggilan akrabnya, karena pada hari itu gelar doktor berhasil di raihnya di International Islamic University of Malaysia (IIUM). Tak tanggung-tanggung waktu yang ditempuh kurang dari tiga tahun. Dengan keberhasilannya itu, dosen yang murah senyum ini merupakan orang Indonesia paling cepat yang berhasil menyelesaikan program doktor di perguruan tinggi tersebut.

Selasa, 2 Desember 2008 merupakan hari yang istimewa bagi pak Agus, begitulah panggilan akrabnya, karena pada hari itu gelar doktor berhasil di raihnya di International Islamic University of Malaysia (IIUM). Tak tanggung-tanggung waktu yang ditempuh kurang dari tiga tahun. Dengan keberhasilannya itu, dosen yang murah senyum ini merupakan orang Indonesia paling cepat yang berhasil menyelesaikan program doktor di perguruan tinggi tersebut.

Dengan tambahan satu doktor yang diraih oleh Drs. Agus Triyanta, MA, MH, Ph.D, saat ini dosen fakultas hukum UII yang bergelar doKtor  berjumlah 15 orang. Diperkirakan dalam jangka waktu satu tahun ke depan, terdapat sekitar 7 orang dosen yang meraih gelar doktor di dalam maupun di luar negeri. Tentu saja, hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi fakultas hukum khususnya dan UII umumnya.

Agus Triyanta, Ph.D  berhasil mempertahankan disertasinya berjudul, “The Implementation of Shari’ah Compliance in Islamic Banking: A Comparative Study Between Malaysia and Indonesia” di hadapan Tim Penguji antara lain Asst. Prof. Dr. Muhammad Deen M. Napiah (penguji eksternal dari University of Brunei), Asst. Prof. Dr. Abdurrahman Haji Haki (penguji Internal dari IIUM), Prof. Dr. Nik Kamal Nik Mahmud, Assoc. Prof. Dr. Na’imah Amin, dan Asst. Prof. Dr. Rusli Hasan.

Berdasarkan hasil kajiannya tentang implementasi kepatuhan syariah dalam perbankan islam di Malaysia dan Indonesia, Agus Triyanta menemukan; (1) dalam praktik perbankan, isu atau kasus tentang pelanggaran atas kepatuhan syariah masih banyak dijumpai; (2) baik Indonesia maupun Malaysia belum ada perangkat hukum yang memadai untuk mengatur shariah governance (standar operasionalisasi yang mengacu pada syariah), meski peraturan kedua Negara tersebut menyebutkan bahwa operasionalisasi perbankan harus berlandaskan syariah; (3) perlunya reposisi shariah auditor untuk menjamin independensi dalam pengawasan; dan (4) perlu adanya harmonisasi fatwa tentang perbankan syariah yang dapat diadopsi secara internasional.Atas temuannya itu, Tim penguji sepakat menyarankan agar disertasinya itu diterbitkan di Malaysia karena isinya memuat hal-hal baru dalam kajian perbankan islam. Di sampang itu, Tim Penguji juga menyarankan agar bab 2 dan bab 4 dari disertasi Agus Triyanta, Ph.D diterbitkan di Jurnal Internasional. (Mahrus).