Penanganan Tindak Kekerasan pada Remaja sebagai Pelaku dan Korban di Sekolah

 Fakultas Hukum UII, Kamis 28 April 2012. Bertempat di Ruang Pertemuan AVA SMA Negeri 3, Departemen Hukum Pidana FH UII menyelenggarakan Seminar dan Focus Group Disscussion (FGD) dengan tema “Penanganan Tindak Kekerasan pada Remaja sebagai Pelaku dan Korban disekolah”.

Pada Seminar dan FGD tersebut menghadikan Pembicara Seminar Prof. Dr. Ki Supriyoko. MM.Pd (Pakar Pendidikan Ketua Pendidikan dan Kebudayaan Majelis Luhur Taman Siswa Yogyakarta) dan Dr. Salman Luthan, SH., M.H. (Dosen Hukum Pidana FH UII – Hakim Agung RI) serta Fasilitator FGD Dr. Aroma Elmina Martha, SH., MH.,(Direktur Program International Program FH UII – Dosen Hukum Pidana FH UII) dan M. Abdul Kholiq, SH., M.Hum. (Ketua Departemen Hukum Pidana FH UII – Dosen Hukum Pidana FH UII).
Seminar dan FGD yang dibuka oleh Wakil Dekan FH UII, Dr. Saifudin, SH., M.Hum. tersebut menurut beliau merupakan salah satu kegiatan untuk menjalankan fungsi dharma perguruan tinggi yang berupa pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini dilatari dari perkembangan IT yang begitu pesat sehingga neyebabkan semakin meningkatnya kenakalan remaja seperti pergaulan bebas, narkoba, perkelahian, pengeroyokan sampai geng motor. Karena ini sudah  menjadi tugas kita semua untuk menanganinya maka melalui FGD ini secara bersama-sama peserta dapat mempelajari substansinya,  untuk mencegah dan menangani kenakalan remaja. Untuk mendukung suksesnya Seminar dan FGD ini Departemen Hukum Pidana FH UII menghadirkan pembicara dan  dan fasilitator FGD yang kompeten di bidangnya.
Sedangkan Drs. Sumantri mewakili Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta sangat menyambut baik atas kegiatan yang digagas oleh Departemen Pidana FH UII. Lebih jauh dikatakan oleh Drs. Sumantri yang juga merasa prihatin atas meningkatnya kenakalan remaja pada akhir-akhir ini, namun alhamdulillah menurut beliau, di SMA Negeri 3 unsur-unsur kekerasan tersebut tidak pernah ditemukan, kalau toh itu ada hanya sedikit dan karena pengaruh dari luar. Menurut beliau kenakalan remaja semakin meningkat dikarenakan pendidikan kognitif di sekolah-sekolah lebih diutamakan dari pada pendidikan budi pekerti sehingga perilaku dan sikap anak menjadi kurang mempunyai unggah-ungguh meskipun pada dasarnya mereka semua adalah anak yang baik.
Pada Seminar dan FGD tersebut Prof. Dr. Ki Supriyoko. MM.Pd menyampaikan materi dengan tema “MENCEGAH KEKERASAN DI SEKOLAH DALAM PENDEKATAN PENDIDIKAN” sedangkan Dr. Salman Luthan, SH., MH., menyampaikan materi dengan tema “KEKERASAN KEPADA ANAK  SEBAGAI PELAKU DAN KORBAN DI SMA”

 

Penjajagan Kerjasama Departemen Hukum Pidana dengan LPSK-RI

Fakultas Hukum UII, Jum’at 27 April 2012. Departemen Hukum Pidana FH UII melakukan penjajagan kerjasama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI. Pertemuan yang diadakan di Rumah Makan Pondok Cabe tersebut di hadiri oleh Dr. H. Rusli Muhammad, SH., MH., selaku Dekan FH UII dan M. Abdul Kholiq, SH., M.Hum., Ketua Departemen Hukum Pidana  beserta staff (FH-UII,) sedangkan dari LPSK dihadiri oleh Ketua LPSK  Abdul Haris Semendawai, SH., LLM. Beserta Staff.

Kerjasama yang dijajaki adalah pelaksanaan Seminar Sehari untuk mengangkat kembali Peran LPSK terhadap perlindungan saksi dan korban sehingga peran LPSK dapat diketahui dan dapat disebar luaskan di Lingkungan Akademisi, Penegak Hukum, Aparat Pemda dan Alumni Fakultas Hukum UII yang telah bertugas di berbagai bidang dan menghimpun saran dan kritik untuk lebih mengoptimalkan peranan LPSK.
Sedangkan tema yang akan diangkat adalah “Rekonstruksi Peran dan Fungsi LPSK-RI menuju Optimalisasi Perlindungan Saksi dalam Perannya sebagai Whistblower dan Justice Collabolator”. Acara penjajagan kerjasama yang ditandai dengan penyerahan bingkisan dari LPSK-RI yang diserahkan oleh Ketua LPSK-RI Abdul Haris Semendawai, SH., LLM. kepada Dekan FH UII Dr. M.Rusli Muhammad, SH., MH. tersebut dilanjutkan pembahasan pelaksanaan Seminar Sehari Oleh Tim Teknis dari LPSK dan FH UII dan berakhir pada pukul 22.00 wib.

 
 

Optimalisasi Penggunaan WestLaw

Fakultas Hukum, Selasa 24 April 2012. Bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai III Fakultas Hukum (FH) UII melakukan sosialisasi dan optimalisasi penggunaan International Journals WestLaw kepada para Dosen serta Mahasiswa baik International Program maupun Reguler.  Pada sosialisasi dan optimalisasi  tersebut menghadirkan pembicara Eric Pareira, LLB, MSI.Arb, Online Sales Manager WestLaw ASEAN Region.

Wakil Dekan FH UII, Dr. Saifudin, SH., M.Hum. dalam sambutannya menyatakan bahwa, selama ini FH UII telah berlangganan WestLaw selam empat tahun, namun mengingat besarnya biaya yang harus dikeluarkan pada tahun 2011 langganan tersebut sempat dihentikan. Seiring dengan berjalannya waktu serta banyaknya kritikan dan masukan yang terkait dengan Program World Class University bahwa salah satunya harus mempunyai jurnal internasional maka, sejak April 2012 kembali FH UII melakukan aktivasi untuk berlanganan WestLaw. Lebih jauh dikatakan oleh Dr. Saifudin, SH., M.Hum. mengingat bahwa biaya aktivasi yang dikeluarkan sangat besar (special price for UII, 100jt/year) maka harapan Dr. Saifudin, SH., M.Hum.  nantinya tidak hanya dosen saja yang dapat memanfaatkan akses WestLaw, mahasiswa juga harus dapat memanfaatkan WestLaw secara optimal karena Westlaw saat ini sudah dapat diakses diseluruh jaringan UII (melalui IP Authentivication & IP Proxy UII, baik jaringan kabel maupun WIFI) dengan melakukan akses melalui web Fakultas Hukum UII (www.law.uii.ac.id)
Sedangkan menurut Eric Pareira contents yang didapat oleh UII akan sama dengan perguruan tinggi hukum dinegara maju lain seperti AS Law, Harvard Law, Yale Law, American Journals, sehingga harapannya mahasiswa FH UII akan memperoleh pengetahuan yang tidak kalah dengan beberapa perguruan tinggi tersebut. Dengan menggunakan WestLaw mahasiswa dapat mencari 1000 jurnal yang up to date dalam waktu yang bersamaan. Selanjutnya Eric Pareira menjelaskan tentang teknik dasar searching and querry journals and  e-book yang semuanya dapat diakses full texts. Acara sosialisasi dan optimalisasi WestLaw yang diakhiri dengan kuis dan pembagian door price menggunakan metode search dan query tersebut berlangsung dengan komunikatif dan tertib sehingga peserta yang sebagian besar mahasiswa tersebut merasa puas karena mendapatkan metode-metode praktis dalam mencari referensi international journals dari WestLaw.

 
 

FUNGSI DPA TIDAK DAPAT DIGANTIKAN DENGAN KONSELOR

Fakultas Hukum UII, Kamis 19 April 2012. Program Studi Ilmu Hukum (S1) Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Penyegaran Peran & Fungsi  Dosen Pembimbing Akademik (DPA) serta Sosialisasi Buku Pedoman DPA dan Pedoman Dosen dalam Pemberian Nilai dengan menghadirkan Pembicara H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Fakultas  Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII.

Acara yang digagas oleh Program Studi Ilmu Hukum (S1) tersebut menurut Karimatul Ummah, SH., M.Hum. (Ketua Program Studi ) dimaksudkan untuk mengingatkan kembali atau memberi penyegaran terhadap apa yang menjadi fungsi dan peran DPA dalam pembimbingan kepada Mahasiswa baik dibidang akademik maupun  konseling atau pendukung akademik.
Sedangkan menurut  H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Psi., dalam meterinya yang berjudul “Penyegaran Kompetensi Dosen Pembimbing Akademik”  menegaskan, sampai saat ini sejauh mana DPA mendampingi  aktivitas kemahasiswaan, padahal, di beberapa perguruan tinggi, DPA sudah banyak dihilangkan diganti dengan fungsi konselor yang memungkinkan mahasiswa dapat melakukan konsultasi secara gratis. Namun posisi dan sikap DIKTI  terhadap DPA  tidak demikian, DPA tidak bisa diganti dengan konselor, walaupun adanya konselor selain DPA tentu tidak masalah (atau malah lebih baik) namun, DIKTI juga berpandangan bahwa membiarkan DPA dengan kompetensi yang kurang memadai seperti selama ini atau lebih tepatnya membiarkan DPA  tidak berfungsi penuh menjadikan tujuan Pembmbingan Akademik tidak tercapai secara optimum.  Oleh karena itu H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Psi., membagi dua kelompok besar tugas DPA yaitu (1) Pembimbing masalah akademik (2) Pembimbing Penunjang Akademik (psikologis).
Dari tanya jawab dan diskusi dengan menurut  H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Psi.,  selaku pemateri diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya adalah : (1) Harus ada pemaksa terhadap terbitnya Buku pedoman DPA supaya apa yang ada didalamnya dapat dilaksanakan dengan baik dan benar. (2) Diperlukan forum untuk merancang apa saja peran dan fungsi yang  bisa dilakukan DPA (3) Diperlukan eksplorasi peran DPA agar tidak terjadi disfungsi DPA di era  informasi dan teknologi (IT), sehingga mahasiswa tidak hanya menempatkan peran DPA secara fungsional saja, dalam arti mahasiswa hanya akan mendatangi DPA ketika ada masalah. (3) Diperlukan sistematika psikologis yang perspektif untuk kembali membangkitkan peran DPA (4) Didasari atas keprihatinan pendidikan yang terlalu mementingkan aspek kognitif sehingga supaya pendidikan tidak saja terjebak pada profesionalisme permasalahan yang ada,  maka aspek pendidikan perlu ditambahkan aspek psikologis dan psikomotorik. (5) Diperlukan suatu evaluasi atau kajian apakah (khususnya di FH UII) peran dan fungsi DPA memang masih dibutuhkan oleh mahasiswa, serta diperlukan alokasi  waktu tersendiri untuk mahasiswa melakukan konseling sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan masalahnya pada tempat yang tepat. (6) Diperlukan suatu pembentukan karakter dan nilai yang dianggap penting untuk mahasiswa sehingga mahasiswa tidak canggung dalam melakukan konsultasi dengan dosennya. (7) Dianjurkan setiap lembaga pendidikan untuk mengadakan lembaga konseling yang ditempatkan di Fakultas terkait sehingga keberadaan DPA dapat di Revitalisasi Kembali.

 

standarisasi kelulusan antar kelas perlu dilakukan

Fakultas Hukum, Kamis 19 April 2012, Program Studi Ilmu Hukum (S1) menyelenggarakan Sosialisasi Buku “PEDOMAN DOSEN DALAM PEMBERIAN NILAI UJIAN MAHASISWA FAKULTAS HUKUM (S1) UII”. Acara yang dibuka oleh Ka.Prodi Ilmu Hukum (S1) Karimatul Ummah, SH., M.Hum. tersebut menghadirkan Dr. Drs. Rohidin M.Ag. sebagai tentor Penggunaan Aplikasi Program Nilai dan M. Abdul Kholiq, SH., M.Hum. memberikan materi aspek teknis pedoman penilaian dosen terhadap nilai ujian bagi mahasiswa.

Menurut Karimatul Ummah, SH., M.Hum, dalam pengantarnya menyatakan bahwa sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang memiliki komitmen untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, telah menjadi suatu keharusan bahwa, setiap proses belajar mengajar harus dilakukan kontrol secara baik. Begitu pula yang berkaitan dengan penilaian terhadap hasil evaluasi terhadap proses belajar mahasiswa yang meliputi ujian tertulis (meliputi UTS, UAS maupun ulangan tertulis lainnya),  tugas-tugas terstruktur dan keaktifan mahasiswa, baik keaktifan mengikuti perkuliahan maupun keaktifan dalam bentuk partisipasi aktif di kelas. Setiap indikator tersebut haruslah mendapat penilaian yang proporsional agar PBM yang diikuti mahasiswa tidak hanya mendasarkan pada hasil evaluasi tertulis semata.  Untuk memenuhi maksud dan tujuan tersebut maka dibuat buku yang berisi Pedoman Dosen dalam pemberian nilai ujian mahasiswa serta perlu diselenggarakan sosialisasi terhadap Aplikasi Program Nilai kepada seluruh staff pengajar (Dosen tetap dan Dosen tidak tetap) supaya mampu mengakomodir  penilaian dan komponen komponennya sehingga dapat  dijadikan pegangan dosen dalam memberi penilaian terhadap evaluasi PBM mahasiswa.
Dengan diadakan sosialisasi ini Karimatul Ummah, Sh., M.Hum. selaku Ka.Prodi berharap, kontrol dan standar obyektif dalam menilai hasil evaluasi mahasiswa dapat dilakukan dengan baik  sehingga standarisasi kelulusan antara kelas yang satu dengan kelas yang lainnya dapat dlakukan. Pada Kesempatan tersebut Ka.Prodi juga memberikan materi kebijakan umum tentang pemberian nilai ujian akhir bagi mahasiswa.
Sedangkan Dr. Drs. Rohidin M.Ag. selaku tentor dalam sosialisasi Aplikasi Program Nilai Ujian Akhir mahasiwa memberikan penjelasan tentang cara instalasi dan penggunaan Aplikasi Program Nilai Tersebut. Penggunaan Aplikasi tersebut meliputi entry Nilai, pembobotan, proses posting nilai akhir mahasiswa serta proses penyalinan data yang berfungsi untuk konversi ke Sistem Informasi Akademik.
Untuk aspek teknis pemberian nilai mahasiswa disampikan oleh M. Abdul kholiq, SH., M.Hum., aspek teknis tersebut meliputi Komponen Pemberian Nilai Ujian Mahasiswa Dan Pembobotannya, Konversi Nilai Ujian Angka Ke Dalam Nilai Ujian Huruf serta Komplain Nilai Dan Mekanismenya, Kebijakan Eksekusi Nilai.

 

Perkembangan Filsafat Hukum (Islam) dan implikasinya pada Keilmuan Hukum

Auditorium UII, Kamis 12 April 2012. Pusat Studi Hukum (PSH) FH UII menyelenggarakan Diskusi ber-Séri “Menggagas Ilmu Hukum Berparadigma Profetik Sebagai Landasan Pengembangan Pendidikan Hukum di Fakultas Hukum UII”.  Pada Diskusi Seri 3 tersebut menghadirkan Pembiacara Prof. Dr. M. Amin Abdullah, M.A. dan Prof. Jawahir Thontowi, SH., Ph.D. serta moderator Drs. Agus Triyanta, MA., MH., Ph.D.

Dekan FH UII Dr. Rusli Muhammad, SH., MH. dalam sambutan pembukaannya menyatakan bahwa diskusi ini diselenggarakan atas dasar problema yang dihadapi oleh fakultas hukum pada umumnya yaitu belum mampu menghasilkan lulusan  sesuai dengan yang diharapkan meskipun metode pendidikan yang digunakan sudah semakin maju sehingga banyak sarjana hukum yang kini menjadi penegak hukum belum mampu secara istiqomah untuk menjalankan tugasnya. Saat ini banyak perguruan tinggi sudah memulai membuka paradigma baru dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang hukum, namun pendidikan hukum yang berparadigma dan sistematis berbasis ke-Islaman lah baru digagas oleh Fakultas Hukum UII. Dengan diskusi yang  didasari pada Hukum Profetik sebagai landasan pengembangan pendidikan hukum, diharapkan akan muncul pendidikan hukum yang dalam penerapannya akan menghasilkan ilmu hukum yang berparadigma untuk mengisi nuansa-nuansa yang ada pada problema hukum  saat ini sehingga hukum tidak saja hanya tertulis tetapi merupakan hukum yang bermakna dalam kehidupan yang sesungguhnya.
Menurut Prof. Dr. M.Amin Abdullah, MA., dalam materinya “Etika hukum di Era Perubahan Sosial – Pradigma Profetik dalam Hukum Islam melalui Pendekatan System” menyatakan bahwa Paradigma pro(f)etik kembali diminati kembali oleh beberapa kalangan akademisi dan intelegensia untuk membantu masyarakat Muslim kontemporer keluar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapinya sekarang ini, baik pada dataran lokal maupun global-internasional. Prof. Amin menegaskan bahwa paradigma profetik tidak dapat lepas dari perjalanan sejarah pemikiran Islam dalam perjumpaannya dengan sejarah panjang perkembangan pemikiran umat manusia pada umumnya dan sekaligus dalam pergumulannya dengan konstruksi bangunan filsafat keilmuan Islamic Studies/Dirasat Islamiyyah dari setiap era yang dilaluinya (tradisional, modern dan post modern). Kedua dimensi ini yaitu waktu (history) dan pemikiran (thought) tidak dapat terpisah, tetapi menyatu . Oleh karenanya , paradigma profetik hukum Islam kontemporer tidak dapat melepaskan diri dari pergumulannya dengan sains modern, ilmu-ilmu sosial dan humaniora kontemporer. Pendekatan system yang hendak diperkenalkan dalam tulisan ini diharapkan akan dapat membantu upaya untuk menyusun kembali paradigma baru hukum Islam yang peka dan bermuatan nilai-nilai profetik kontemporer, khususnya oleh masyarakat Muslim kontemporer dalam perjumpaan mereka dengan komunitas dan budaya lokal di masing-masing negara (local citizenship) dan sekaligus dalam perjumpaannya dengan komunitas dan budaya global-internasional (world citizenship). Tanpa mempertimbangkan kedua sisi tersebut, bangunan paradigma pro(f)etik yang dicita-citakan akan kehilangan signifikansi dan elan vitalnya.
Sedangkan Prof. Jawahir Thontowi SH., Ph.D. dalam materinya  “Paradigma Profetik dalam pengembangan Pendidikan Ilmu Hukum” dalam satu kesimpulan yang disampaikan oleh Drs. Agus Triyanta, MA., MH., Ph.D. menyatakan bahwa Perilaku dan landasan profetik sangat banyak, dari tekstual supaya menjadi lebih aplicable diperlukan adanya kesepakatan , integritas dan titik kebenaran yang akan dicapai  dengan etika sebagai titik central.

Presentasi Penelitian Hakim

Tamansiswa (uiinews)Selama dua hari terhtung sejak Rabu-Kamis (4-5/4) Fakultas Hukum ketempatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Laporan Presentasi hasil penelitian terhadap Putusan Hakim Tahun 2012 yang dilakukan oleh delapan perguruan tinggi dari lima pulau di Indonesia. Kedelapan perguruan tinggi tersebut adalah UNTAN (Pontianak), Unsoed (Purwokerto), Univ. 45 Makasar, UMM (Malang), Udayana (Denpasar), UNILA (Lampung),UNLAM (Banjarmasin) dan UII  Yogyakarta. Kegiatan ini digelar di Ruang siding Utama Lantai 3FH UII JAlan Tamansiswa 158 Yogyakarta.

Dr. Rusli Muhammad SH MH dalam sambutannya merasa tersanjung dan mendapatkan penghargaan yang tinggi sehingga dapat terpilih menjadi tuan rumah dalam agenda presentasi laporan hasil penelitian putusan hakim 2012 ini. Kepada Perwakilan Komisi Yudisial RI selaku penyandang dana, selaku pimpinan mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya sebagai tuan rumag, dan kepada para peneliti dan presentator penelitian diucapkan selamat dating dan selamat mengikuti hingga usai , segala kekurangan dalam penyajian ini minta dimaklumi dan dimaafkan.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi Yudisial RI, H. Imam Anshori Saleh SH MHum, mengucapkan banyak terima kasih kepada FH UII yang telah bersedia menjadi tuan rumah dalam ajang presentasi laporan hasil penelitian putusan hakim 2012 ini. Imam Anshori mengucapkan terima kasih dan selamat kepada delapan presentator dari 8 perguruan tinggi yang telah hadir untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Penelitian yang dilakukan oleh delapan perguruan tinggi ini diselenggarakan oleh Komisi Yudisial RI bekerjasama dengan delapan perguruan tinggi dan LSM yang merupakan jejaring KY RI. Penelitian terhadap Putusan Hakim tahap pertama ini dilakukan oleh 16 perguruan tinggi di dua wilayah. Satu wilayah (8 PT)  di lakukan di Medan dan satu wilayah diselenggarakan di Yogyakarta (UII) untuk delapan presenter juga.
 Penelitian ini mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi akademik dan fungsi taktis. Fungsi akademik sebagai bahan masukan pada pwnyusunan kurikulum dan pendidikan calon hakim agung, sedangkan fungsi taktis sebagai bahan penilaian terhadap calon hakim agung yang baru saja diseleksi (sebanyak 45 Calon Hakim Agung RI) papar Imam. Penelitian yang dilakukan oleh delapan perguruan tinggi ini diharapkan dapat menjawab lima indicator target penelitian. Diantaranya Putusan hakim diharapkan mengimplementasikan dengan baik hokum acara pidana hokum material, selanjutnya putusan hakim harus mengimplementasikan/menggunakan penalaran yang logic dan sistematik, Putusan hakim juga harus memperhatikan/menggali nilai-nilai yang berlaku di masyarakat dan terakhir profesionalisme hakim dalam menyelesaikan perkara. Kelima indicator itu diharapkan terkandung dalam setiap putusan yang dikeluarkan oleh Hakim. Selain itu penelitian yang dipresentasikan oleh delapan perguruan tinggi itu juga dinilai dalam segi metodenya, analisys terhadap putusan hakim, penyimpulan dan rekomendasi serta kelengkapan penelitiannya. (sariyanti)

 

CV-Dosen


Staff Pengajar (S1 ) Fakultas Hukum
Universitas Islam Indonesia

1.     Abdul Jamil, S.H., M.H.

2.     Agus Triyanta, Drs., M.A., M.H., Ph.D.

3.     Anang Zubaidy, S.H.

4.     Aroma Elmina Martha, Dr., S.H., M.H.

5.     Artidjo Al Kostar, Dr., S.H., LLM.

6.     Aunur Rohim Faqih, H., S.H., M.Hum.

7.    Ari Wibowo, SHI., SH., MH.

8.     Bagya Agung Prabowo, S.H., M.Hum.

9.     Bambang Sutiyoso, S.H., M.Hum

10.  Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.

11.  Dodik  Setiawan Nur Heriyanto, SH., MH.

12.   Eko Riyadi, S.H.

13.   Endro Kumoro, S.H., M.H.

14.   Ery Arifudin, S.H., M.H.

15.   Hanafi  Amrani, S.H., M.H., LL.M., Ph.D.

16.   Jawahir Thontowi , Prof. S.H., Ph.D.

17.   Jamaludin Ghafur, SH., MH.

18.   Karimatul Ummah , S.H., M.Hum.

19.   M Syamsudin , Dr., S.H., M.H.

20.   Mahrus Ali , S.H., M.H.

21.   Masnur Marzuki , S.H., L.L.M.

22.   Masyhud Asyhari , S.H., M.Kn.

23.   Mila Karmila Adi , S.H., M.Hum.

24.   Moh Hasyim , S.H., M.Hum.

25.   Moh. Mahfud M D , Prof., Dr., H.,S.H., S.U.

26.   Muchammad Agus Hanafi , H., S.H., Not.

27.   Mudzakkir , Dr., S.H., M.H.

28.   Muhamad Abdul Kholiq , S.H., M.Hum.

29.   Muhammad Arif Setiawan , Dr. H, S.H., M.H.

30.   Muhammad Busjro Muqoddas , Dr., H. S.H., M.Hum.

31.   Mukmin Zakie , S.H., M.Hum., Ph.D.

32.   Muntoha , Dr., Drs.,  S.H., M.Ag.

33.   Mustaqiem , Dr., H., S.H., M.Si.

34.   Nandang Sutrisno , S.H., M.H., LLM., Ph.D.

35.   Ni’Matul Huda , Dr., S.H., M.Hum.

36.   Nurjihad , S.H., M.H.

37.   Pudak Nayati , S.H., LLM.

38.   Ratna Hartanto , S.H.

39.   Ridwan Khairandy , Prof., Dr., S.H., M.H.

40.   Ridwan , S.H., M.Hum.

41.   Rohidin , Dr., Drs., M.Ag.

42.   Rusli Muhammad , Dr., H. S.H., M.H.

43.   Saifudin , Dr., S.H., M.Hum.

44.   Salman Luthan , Dr., S.H., M.H.

45.   Sefriani , Dr., S.H., M.Hum.

46.   Siti Anisah , Dr., S.H., M.Hum.

47.   Sri Hastuti Puspitasari , S.H., M.H.

48.   Sri Wardah , S.H., S.U.

49.   Sri Wartini , Dra., S.H., M.Hum., Ph.D.

50.   Sujitno , S.H., M.Hum

51.   Suparman Marzuki , Dr., S.H., M.Si.

52.   Syahwidad Syahrudin Fahmi Marbun , Dr., S.H., M.Hum.

53.   Syarif Nurhidayat , S.H., M.H.

54.   Winahyu Erwiningsih , Dr. S.H., M.Hum., Not.

55.   Zairin Harahap , S.H., M.Si.