Temu Wali Orangtua-WAli 2014
Temu Wali Orangtua-WAli 2014

 
Tamsis (14/12), Talkshow acara Temu Orangtua/Wali Mahasiswa Angkatan 2014 terselenggara dengan sukses. Acara ini digelar 14 Desember 2014 mulai jam 08.30 WIB sampai Bedug Dluhur. Talkshow dengan tema Sistem Pendidikan di FH UII & Peran Orangtua/Wali Mahasiswa dalam Kesuksesan Studi dibuka secara resmi oleh Rekto Universitas Islam Indonesia Dr. Ir. H. Harsoyo, M.Sc. Pembicara lainnya hadir Agus Taufiqurrahman, SH., M.H….
 

Temu Wali Orangtua-WAli 2014
Tamsis (14/12), Talkshow acara Temu Orangtua/Wali Mahasiswa Angkatan 2014 terselenggara dengan sukses. Acara ini digelar 14 Desember 2014 mulai jam 08.30 WIB sampai Bedug Dluhur. Talkshow dengan tema Sistem Pendidikan di FH UII & Peran Orangtua/Wali Mahasiswa dalam Kesuksesan Studi dibuka secara resmi oleh Rekto Universitas Islam Indonesia Dr. Ir. H. Harsoyo, M.Sc. Pembicara lainnya hadir Agus Taufiqurrahman, SH., M.H., dan tentu saja Pimpinan FH UII, Dr. H. Aunur Rohim Faqih, S.H., M.Hum. selaku Dekan, Dr. Drs. H. Rohidin, M.Ag., Wakil Dekan, dan Hanafi Amrani, S.H., M.H., LLM., Ph.D. sebagai Ketua Program Studi S1 Ilmu Hukum. Acara tersebut semakin menarik ketika di-handle oleh Drs. H. Imam Mujiyono, M.Ag. sebagai host.
Talkshow yang digelar non formil bertujuan agar komunikasi antara Civitas Akademika FH UII dengan Orantua/Wali mahasiswa lebih nyaman dan nyambung. Raktor UII menyampaikan dalam pidato pembukaannya bahwa menjadi tiga unsur pokok dalam pembinaan anak yaitu orangtua sebagai faktor utama yang kemudian didukung oleh lingkungan pendidikan dan lingkungan pergaulan. Tiga hal tersebut diistilahkan oleh beliau sebagai tri tunggal. Tiga unsur pokok ini tidak dapat dipisahkan, tidak mungkin akan berhasil pendidikan anak apabila ketiga hal tersebut tidak saling terjalin dan saling mengisi. Maka tiga unsur tersebut sedapat mungkin dapat berkomunikasi dengan baik sehingga di dalam rumah tangga anak selalu mendapat perhatian orangtua, di lingkungan sekolah/perguruan tinggi siswa memperoleh pembelajaran dari guru atau dosen dan dalam lingkungan pergaulannya bertemu dengan orang-orang yang baik.
Temu Wali Orangtua-WAli 2014

Drs. Imam Mujiyono, M.Ag. juga menegaskan pada awal membuka talkshow bahwa kesuksesan seorang anak dipengaruhi oleh IQ hanya 30%, sedangkan 70% lagi dipengaruhi oleh kemampuan berinteraksi dengan lingkungan. Sehingga orangtua tidak perlu takut cemas dan merasa tidak ada harapan jika nilai anak dalam akademisi tidak menonjol, yang bisa dibahasakan biasa-biasa saja. Asalkan pada tingkat pergaulannya si anak berinteraksi dengan lingkungan yang baik, kenalannya banyak dan baik-baik. Demikian juga diceritakan dengan menarik oleh Dr. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum. pengalaman beliau selama menimba ilmu di FH UII. Bahwa yang paling berkesan adalah getaran-getaran hati nurani yang dipancarkan dari sang pendidik menjadi hal yang sangat penting dan mendalam pada diri anak didik. Ketika beliau melihat uswah hasanah dilakukan dalam keseharian oleh KH Kahar Mudzakir. Betapa tawadu’nya beliau, sedemikian sederhana dan ikhlas berkorban membangun UII. Sedemikian besar pengorbanan beliau untuk nguri-uri UII. Dapat dilihat ketika UII tidak mampu menggaji para dosennya, beliau langsung memerintahkan menjual panen hasil kebunnya untuk menggaji dosen-dosen UII.

Eksistensi Fakultas Hukum UII juga terlihat sampai saat ini ketika Agus Taufiqurrahman, SH., M.H. menyampaikan kesannya. “Anak saya masuk FH UII atas kemauannya sendiri”, kata beliau. Tidak ada yang namanya saya suruh, terlebih saya paksa. Dia tertarik dengan para fiqur alumni FH UII. Melihat Prof. Mahfud MD., S.H., S.U., Dr. Artijo Alkostar, S.H., M.H., Dr., Busyro Muqoddas, Dr. Salman Luthan, S.H., M.H., Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., Ifdal Kasim, SH., LLM., Abu Haris Samendawai, SH., LLM. maupun alumni FH UII yang cukup banyak menjadi praktisi hukum di Indonesia. Sebagai penutup dikatakan bahwa “Kita insya Allah tidak salah pilih mengamanatkan pendidikan putra putri kita di FH UII. Kita percayakan kepada FH UII sepenuhnya. Kita doakan semoga FH UII senantiasa diberikan ma’unah dari Allah SWT dalam mendidik para mahasiswanya. Tidak hanya mampu menjadi praktisi hukum yang handal, akan tetapi juga dilambari dengan keteguhan iman dan kekuatan mental untuk menjadi rahmatan lil’alamin”.
 Ditegaskan pula oleh Hanafi Amrani, SH., MH., LLM., Ph.D. selaku Ka. Prodi S1 Ilmu Hukum melalui penjabaran beliau tentang mata kuliah dan kurikulum yang ditawarkan. Untuk memperoleh lulusan dengan kemampuan di bidang hukum praktis serta keteguhan mental FH UII menempa para mahasiswanya dengan 13 mata kuliah berbasis agama. Mulai dari dasar-dasar agama seperti tauhid, ibadah dan bakhlaq, Latihan Kepemimpinan Dasar Islam (LKID), hingga mata kuliah hukum keislaman seperti Mu’amalah, Munakahah, dan Siasyah. Sedangkan untuk mata kuliah kemahiran hukum Prodi S1 Ilmu Hukum membuka 13 mata kuliah wajib dan cukup banyak mata kuliah pilihan yang ditawarkan. Daftar mata kuliah tersebut dapat diakses di law.uii.ad.id. Kata penutup dari Ka. Prodi bahwa mungkin dapat dikatakan tidak mengherankan ketika cukup banyak profesi hakim, jaksa, pengacara/advokad yang berlatar belakang mahasiswa FH UII, karena semenjak kuliah mereka sudah dibekali dengan berbagai pengetahuan beracara.
Informasi Teknologi yang dimanfaatkan untuk memantau proses pembelajaran pada Prodi S1 Ilmu Hukum UII. Wakil Dekan FH Dr. Drs. Rohidin, M.Ag. menyebutnya unisys orangtua. Sistem informasi ini dapat diakses oleh orangtua/wali mahasiswa FH UII untuk mengetahui aktivitas perkuliahan putra putrinya. Orangtua dapat mengetahui rencana perkuliahan yang dijadualkan, mengetahui kapan harus masuk secara riiltime. Orangtua dapat memantau perkuliahan putra-putrinya saat itu juga. Sehingga apabila bolos orangtua dapat memperingati putra-putri yang sedang studi.