fh-uii-runner-up-kompetis-%20peradilan-semu-1

fh-uii-runner-up-kompetis-%20peradilan-semu-1Satu kebanggan lagi bagi sivitas akademika Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII), setalah TIM FH UII berhasil menyabet tiga prestasi sekaligus dalam The Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition 2015. 
 
Pertama prestasi sebagai Runner Up setelah berhasil menyisihkan paling tidak 15 tim lain dai Universitas besar lain seperti UI, UNPAD maupun UNAIR. Kedua prestasi sebagai Tim terbaik ketiga untuk kualiatas Memorial atau dokumen sidang. Dan ketiga, untuk dua tahun berturut-turut UII mendapat penghargaan Spirit of Jessup. Hal ini menunjukkan kesungguhan tim untuk tampil selalu tampil konsisten dalam performa terbaik.
Sejak mula, melalui Unit Kegiatan Mahasiswa LEM FH UII yaitu SAIL (Student Association of International Law), melakukan seleksi untuk kepesertaan tim ini. Akhirnya terpilihlah dua orang mahasiswi yang dinilai mampu bertarung dalam kompetisi yang sangat bergengsi ini, yaitu Uni Tsulasi Putri dan Fasya Addina. Untuk mendukung dua orang tersebut, ada tiga orang sebagai tim officer yang bertugas membantu menyediakan dan mempersiapkan dokumen, yaitu Haekal Al Asy’ari, Yaries Mahardika, serta Dion Ragil Kusuma. Tim ini juga didampingi oleh beberapa senior seperti Misyke dan Kiky dan juga tim dosen pendamping yaitu Nandang Sutrisna Ph.D., Sri Wartini, Ph.D., dan Ibu Dr. Sefriani.
 
fh-uii-runner-up-kompetis-%20peradilan-semu-2The Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition 2015 ini merupakan kompesti simulasi peradilan atau peradilan semu di Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) dan merupakan salah satu kompetisi peradilan semu terbesar di dunia. Kompetisi ini pada tahap awal digelar di masing-masing negara untuk menentukan wakil (pemenang) yang akan mendapat golden ticket ke Washington untuk berkompetisi antar negara.
 
Pergelaran kompetisi ini di Indonesia berlangsung 6-8 Februari 2015 di FH Universitas Tarumanegara Jakarta itu hasil kerja sama Indonesian Society of International Law (ISIL), Mahkamah Konstitusi (MK), dan FH UNTAR serta didukung International Law Student Association (ILSA), dan American Society of International Law (ASIL).
 
Perjuangan TIM Jessup Moot Court FH UII tidak mudah. “Setelah tiga belas tahun turut berkompetisi sejak tahun 2003, baru tahun ini, TIM FH UII berhasil masuk dalam nominasi Juara.” Ungkap Uni dalam salah satu kesempatan wawancara.
 
Paling tidak ada tiga kendala yang dirasakan oleh TIM FH UII. Pertama keterbatasan waktu, mengingat kompetisi berdekatan dengan ujian sehingga konsentrasi tim tidak optimal. Kedua, bahan untuk menyusun pleading masih terbatas. Ketiga, kendala bahasa dan konfidensi atau kepercayaan diri pada peserta ketika harus tampil sebagai wakil negara dalam kompetisi moot court ini. Namun, dengan semangat yang kuat, semua kendala tersebut mampu disiasati dengan baik, sehingga mampu tampil dengan maksimal. 
 
Ke depan, Dekan Fakultas Hukum UII, Dr. Aunur Rohim Faqih, dalam salah satu kesempatan menyatakan akan mendukung penuh persiapan kawan-kawan untuk perlombaan ini agar dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal. Amin. [s_enha]