Analisis Tentang Kecelakaan Kerja oleh Ayunita Nur Rohanawati

KEBAKARAN yang menimpa PT Panca Buana Cahaya Sukses membuka pelbagai permasalahan yang tersimpan selama ini. Read more

Team Moot Court Sail FH UII Raih Best Memorial-Asia Pacific International Moot Court Competition

Denpasar (29/10) Team Moot Court Student Association International Law ( SAIL ) FH UII berhasil meraih juara 3 Best Memorial dalam ajang Little Circle Foundation Law Fair Asia Pacific International Moot Court Competition yang diadakan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali pada tanggal 27-29 Oktober 2017. Little Circle Foundation ( LCF ) adalah non-profit NGO berada di Bali, yang berfokus pada perlindungan lingkungan dan perubahan iklim. Read more

Jadikan Advokasi Masyarakat dan Pemagangan Kuatkan Kompetensi Lulusan FH UII

Tamansiswa (26/10) Program Studi S1 Hukum Fakultas Hukum UII menyelenggarakan Sosialisasi dan Koordinasi Teknis Pelaksanaan Mata Kuliah Advokasi Masyarakat dan Pemagangan Kamis, 26 Oktober 2017 jam 08.00-10.30 di Ruang Sidang Utama Kampus UII Jl. Tamansiswa 158 Yk. Perbicara dalam forum ini Kaprodi S1 Hukum Hanafi Amrani, SH., MH., LL.M., Ph,D. Sebagai  moderator Sekretaris Program Studi Moh. Hasyim, S.H., M.Hum. dan acara dihadiri oleh dosen-dosen FH UII.

Read more

Pusdiklat FH UII Adakan Kulap (Outclass) DPR RI Senayan Jakarta

JAKARTA (23/10)  Fakultas Hukum UII menyelenggarakan kuliah lapangan (outclass) mata kuliah Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Semester Ganjil TA. 2017-2018 ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta. Outclass tersebut dilaksanakan tanggal 23 Oktober 2017 dengan tema “Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan Untuk Mewujudkan Peraturan Perundang-Undangan Yang Berkualitas”. Read more

FH UII Kaji dan Tolak Quo Vadis PERPPU ORMAS “Tinjauan Kritis dari Perspektif Sosio Politik, Hukum & HAM”

Tamansiswa (19/20) Departemen Hukum Pidana dan Departemen Hukum Acara insya Allah akan menyelenggarakan Seminar Nasional Quo Vadis Perppu Ormas “Tinjauan Kritis Dari Perspektif Sosio Politik, Hukum, dan HAM” pada hari Kamis, 19 Oktober 2917 di Ruang Sidang Utama Lt. 3 Gd. Prof. M. Yamin FH UII Jam. 08.00-16.00 WIB. Download materi.

Read more

PSPM Bareng BEI dan FAC Sekuritar Adakan lagi SPM “Modal 100K Cukup”

Tamansiswa (18/10) Pusat Studi Pasar Modal (PSPM) FH UII selenggarakan lagi Sekolah Pasar Modal (SPM) Rabu, 18 Oktober 2017 di Ruang Sidang Utama Lt. 3 FH UII Jl. Tamansiswa 158 Yk. SPM diselenggarakan atas kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Yogyakarta dan FAC Sekuritas Yogyakarta. Read more

PSHK FH UII Dipercaya Kerjakan RAPERDA Inisiatif DPRD Bangka Belitung

TAMANSISWA (UIINEWS) : Pusat Studi Hukum Konstitusi Fakultas Hukum UII (PSHK FH UII) kembali dipercaya instansi daerah untuk menyusun peraturan daerah (perda). Kali ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mempercayakan 3 (tiga) rancangan perda insiatif DPRD Prov. Kep. Babel untuk disusun oleh PSHK. Read more

Absennya Djarot di Pelantikan Gubernur DKI

Absennya Djarot di Pelantikan Gubernur DKI

Jamaludin Ghafur, SH., MH[1]

 

Salah satu yang disoroti publik di tengah gegap gempitanya perayaan pelantikan gubernur/wakil gubernur baru DKI Jakarta adalah ketidakhadiran mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat. Pendapat publik terbelah menjadi dua: menyalahkan dan membenarkan. Pendapat pertama menganggap hal itu sebagai sikap yang tidak etis dan bukan merupakan sikap seorang negarawan. Terlebih absennya Djarot karena sedang berlibur. Sementara mereka yang tidak mempersoalkan, berargumen bahwa secara hokum memang tidak ada kewajiban, terlebih serah terima jabatan (sertijab) sudah diwakili oleh Sekda DKI Saefullah sebagai pelaksana harian (Plh).

 

Masa Jabatan Gubernur

Salah satu alasan yang dikemukakan Djarot atas ketidakhadirannya dalam pelantikan tersebut karena menganggap bahwa dirinya per hari minggu (15/10) masa jabatannya sudah berakhir dan telah ditunjuk Plh untuk melaksanakan tugas gubernur. Artinya, sejak hari minggu sampai dilantiknya gubernur yang baru, terjadi kekosongan jabatan gubernur DKI Jakarta sehingga diperlukan Plh untuk mengisi jabatan tersebut.

Hal ini tentu sangat disayangkan karena desain pengaturan tentang masa jabatan gubernur tidak rancang sedemikian rupa agar terjadi kesinambungan antara kepemimpinan sebelumnya ke kepemimpinan berikutnya. Semestinya hokum mengatur bahwa masa jabatan Gubernur yang lama akan berakhir tepat pada saat dilantiknya Gubernur yang baru. Dengan cara seperti ini, ke depan diharapkan tidak akan ada lagi insiden di mana mantan gubernur tidak menghadiri sertijab dan pelantikan gubernur yang baru.

Di lembaga kepresiden, kontinyuitas masa jabatan kepemimpinan ini sudah terjadi karena masa jabatan Presiden yang lama akan berakhir tepat pada saat presiden yang baru dilantik dan disumpah. Sehingga dengan desain pengaturan seperti ini, dapat dipastikan tidak akan terjadi kekosongan kepemimpinan yang memerlukan Plh.

 

Konvensi Ketatanegaraan

Dari sudut peraturan perundang-undanag, memang tidak ada keharusan bagi gubernur lama untuk menghadiri pelantikan gubernur yang baru. Namun demikian, kebiasaan selama ini menunjukkan bahwa seluruh gubernur lama selalu hadir dalam pelantikan gubernur baru. Kebiasaan ini dapat dikategorikan sebagai konvensi ketatanegaraan (constitutional conventions) yang dalam perspektif hokum tata negara (HTN), konvensi merupakan salah satu sumber hokum tata negara. Oleh karenanya, konvensi ketatanegaraan atau kebiasaan ketatanegaraan semacam itu juga dianggap harus ditaati sebagai konstitusi, yaitu dalam makna konstitusi yang tidak tertulis. Konvensi/kebiasaan ketatanegaraan sekalipun sifatnya tidak tertulis, namun dianggap baik dan berguna dalam penyelenggaraan negara menurut undang-undang dasar. Oleh karena itu, meskipun tidak didasarkan atas ketentuan konstitusi tertulis, hal itu tetap dinilai penting secara konstitusional (constitutionally meaningful) (Jimly Asshiddiqie: 2006, 178).

Memang dibandingkan dengan sumber HTN lainnya seperti peraturan perundang-undangan, konvensi ketatanegaraan tidak memiliki kekuatan mengikat yang cukup kuat. Artinya, jika terjadi penolakan oleh pejabat negara dengan tidak lagi melaksanakannya, maka tidak ada sanksi apapun. Bahkan, pembangkangan terhadap konvensi tersebut dapat merubah konvensi/ kebiasaan ketatanegaraan yang telah ada.

Namun demikian, hadirnya konvensi ketatanegaraan sebagai salah satu sumber HTN menandakan bahwa peraturan tertulis saja tidak cukup untuk mengatur perilaku pejabat negara. Di luar itu, ada kebiasan-kebiasan baik (etika) yang mesti diperhatikan yang posisinya juga sama pentingnya dengan peraturan tertulis. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Ashidiqie dengan tegas menyatakan, baik the rule of law maupun the rule of ethics harus sama-sama menjadi pedoman bagi pejabat negara.

Kehadiran gubernur lama dalam acara pelantikan gubernur baru merupakan konvensi ketatanegaraan yang baik dan oleh karenanya perlu untuk terus dipertahankan karena hal ini dapat mendorong terciptanya kesinambungan atas program-program pemerintahan sebelumnya, menciptakan semangat persatuan dan kesatuan antar para pendukungnya masing-masing setelah sebelumnya dalam proses pilkada masyarakat terkondisikan dalam dua kubu yang saling berhadap-hadapan. Selain itu, sikap ini juga akan menjadi pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat bahwa kalah-menang dalam kontestasi pilkada adalah hal biasa.

[1] Dosen Hukum Tata Negara dan Peneliti Pusat Studi Hukum dan Konstitusi FH UII. Kandidat Doktor FH UI Jakarta.

Laporan LDK Al Azhar Mantapkan Kader Penerus Dakwah FH UII

Jetis Bantul (14/10) Takmir Masjid Al Azhar (TMA) Fakultas Hukum UII menyelenggarakan Latihan Dasar Kader (LDK ) dimulai pada tanggal 13 Oktober 2017 berturut-turut selama 3 hari sampai 15 Oktober 2017 di Kampus FH UII dan desa binaan di Jetis Imogiri Bantul. Kegiatan ini dibagi dalam dua aktivitas yaitu pembekalan dakwah yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama FH UII pada tanggal 13 Oktober 2017 dan outbond di Jetis Imogiri Bantul pada tanggal 14-15 Oktober 2017.

Read more

Alhamdulillah, Kembali FKPH FH UII Raih Juara I Debat Hukum Nasional di Mulawarman

Makasar (10/10) Alhamdulillahi rabbil’alamiin FKPH FH UII kembali memberikan prestasi membanggakan. Diwakili Alamsyah Nurahmad Putra (2014) sekaligus sebagai ketua, Kurniati Dwi Jayanti (2015),  dan Nanang Ardhyansa (2014) mewakili Fakultas Hukum UII dalam Kompetisi Debat di Universitas Mulawarman “Mulawarman Debate Competition-Mulawarman Ideas” mulai Senin-Selasa, 19-20 Muharram 1438H/9-10 Oktober 2017. Read more