Jetis Bantul (14/10) Takmir Masjid Al Azhar (TMA) Fakultas Hukum UII menyelenggarakan Latihan Dasar Kader (LDK ) dimulai pada tanggal 13 Oktober 2017 berturut-turut selama 3 hari sampai 15 Oktober 2017 di Kampus FH UII dan desa binaan di Jetis Imogiri Bantul. Kegiatan ini dibagi dalam dua aktivitas yaitu pembekalan dakwah yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama FH UII pada tanggal 13 Oktober 2017 dan outbond di Jetis Imogiri Bantul pada tanggal 14-15 Oktober 2017.

 

Latihan Dasar Kader Takmir Masjid Al-Azhar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LDK TMA FH UII) adalah suatu mekanisme pelatihan bagi kader TMA FH UII, sebagai ikhtiar membentuk sumber daya kader yang memiliki kompetensi dalam bidang keIslaman dan keorganisasian juga memiliki pengetahuan keAl-Azharan, sehingga para kader dapat menjadi insan yang sesuai dengan motto TMA FH UII, yakni siap mengabdi dan memberi arti dengan penuh semangat sampai akhir. Pelaksanaan kegiatan LDK TMA FH UII pada dasarnya dilandasi oleh urgensi kewajiban TMA FH UII sebagai perpanjangan tangan dekanat untuk melaksanakan tugas pokok dalam mensyiarkan dakwah Islamiyah.

 

Sesuai dengan marwah TMA FH UII, yakni organisasi masjid kampus yang bergerak di bidang dakwah sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1 ayat (2) Anggaran Dasarnya, maka TMA FH UII memerlukan sumber daya manusia yang baik dalam hal kuantitas dan kualitas. Hal tersebut merupakan hal pokok yang harus ada di dalam organisasi terstruktur seperti TMA FH UII agar dapat melakukan kewajibannya dengan efektif.

 

Dalam hal menjaga kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh TMA FH UII, maka TMA FH UII menggunakan sistem pengkaderan sebagai wujud penjagaan kuantitas sumber saya manusia, serta memberikan latihan dasar kepada kader tersebut guna menjaga kualitas kader TMA FH UII, dengan diadakannya latihan dasar kader tersebut, harapannya dapat membentuk kader yang unggul, yang mampu melaksanakan amanah yang diberikan kepada TMA FH UII, sebagai organisasi yang bergerak di bidang dakwah Islamiyah.

 

Diasmpaikan dalam pembekalan dakwah acara LDK materi pertama tentang Ke Al-Azhar-an oleh Sahlan Albone, S.H., M.H. Dua hal penting di dalam organisasi ketakmiran Al-Azhar yaitu kekeluargaan dan keilmuan. Pertama, kekeluargaan dimaksud adalah penyelesaian segala masalah yang timbul di Takmir Masjid Al-Azhar dengan cara musyawarah “wasyawirhu” dana kekeluargaan. TMA pun selalu berusaha memperkokoh para anggota dengan acara informal pun seperti futsal, touring bersama membuat TMA lebih mirip keluarga dibanding organisasi. Kedua di dalam TMA adalah keilmuan. Berbagi ilmu antara anggota membuat TMA saling melengkapi, mereka menjadi cikal bakal berbagai organisasi di Fakultas Hukum UII ini, seperti FKPH dan lain-lain.

 

Materi kedua adalah Keislaman dengan pemateri Ketua Pusat HAM FH UII Bapak Eko Riyadi, S.H., M.H. Eko Riyadi menyampaikan bahwa syarat untuk menjadi pribadi yang kuat yaitu akarnya harus kuat (aqidahnya harus kuat dengan didukung lingkungan yang baik pula), syari’at serta fiqih, dan qana’ah yaitu sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak Allah.

 

Sedangkan materi ketiga diampu oleh Syarif Nurhidayat, S.H., M.H berbicara tentang keorganisasian. Kedudukan Takmir Masjid Al-Azhar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia dibawah Dekanat Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, dimana merupakan lembaga khusus yang bergerak dibidang dakwah. Jadi tidak bisa dianggap main-main TMA adalah mitra kerja Dekaan FH UII dalam melaksanakan pengabdian dalam bidang dakwah Islamiyah. Dakwah yang dilakukan oleh dosen maupun oleh mahasiswa itu sendiri untuk menemukan jati diri dan kematangan dalam berorganisasi.