Mahasiswa FH UII Juara Debat Konstitusi MPR RI

Yogyakarta (24/6) Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (FH UII) kembali menorehkan prestasi di tingkat regional Daerah Istimewa Yogyakarta. Prestasi tersebut diraih Muhammad Yanuar Sodiq (2015), Mentary Meidiana (2015), dan Faisal Siraj Hamdan Permana (2016) yang tergabung dalam Tim Debat FKPH FH UII. Tiga mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UII tersebut sukses meraih Juara2 Debat Konstitusi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Acara tersebut diselenggarakan (24/06/18) di Hotel Eastparc, Yogyakarta.

Debat Konstitusi MPR RI 2018 merupakan kompetisi debat konstitusi yang kedua kalinya yang diselenggarakan oleh MPR RI dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi yang terbagi dalam beberapa regional di seluruh Indonesia. Kompetisi terbagi menjadi dua tahapan, tahap pertama berupa seleksi kompetisi debat pada tahap regional. Selanjutnya, tim yang berhasil meraih juara pertama pada setiap regional berhak mengikuti tahap berikutnya yaitu kompetisi debat konstitusi tingkat nasional di gedung MPR RI pada bulan Agustus mendatang.

Kompetisi diselenggarakan dalam rangka menjaring aspirasi sekaligus sharing dan diskusi mengenai persoalan ketatanegaraan bangsa. Seperti penguatan kewenangan DPD setara dengan DPR, Gubernur, Walikota, dan Bupati dipilih oleh DPRD, dan Pelaksanaan Sidang Tahunan MPR

Dari babak regional tersebut, perwakilan UII bertanding melawan tim-tim unggulan yang diketahui mempunyai kapabilitas baik dalam berdebat, yakni melawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN-SUKA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim UII berada di posisi kedua, sementara posisi pertama diraih oleh UGM, posisi ketiga diraih oleh UIN-SUKA, dan Posisi Harapan diraih oleh UMY.

Dalam prosesnya, Tim UII tentu menemui haling rintang yang pada akhirnya segera teratasi dengan baik, seperti waktu persiapan debat yang terbatas dan waktu pelaksanaan debat masih dalam suasana libur perkuliahan. “Sejak awal kami mengetahui akan sedikit mendapatkan kesulitan mengenai waktu persiapan dan pelaksanaan yang pastinya akan bersinggungan dengan waktu libur perkuliahan, disaat mahasiswa lainnya sedang asyik menikmati libur bersama keluarga, sedangkan kami harus mempersiapkan yang terbaik untuk UII dan kami punya cara sendiri untuk mengatasi itu”, tutur Mentary Meidiana, Rabu (27/06).

Sementara Faisal Siraj menyatakan bahwa hasil yang kami terima merupakan pemberian terbaik yang telah diberikan oleh Allah SWT.

“Kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk UII, dan hal yang sangat kami ingat adalah waktu malam takbiran kami harus tetap latihan meskipun anggota tim sedang berada di kampung halamannya masing-masing, kami latihan menggunakan media video call untuk memperlancar speech dan berdiskusi mengenai mosi yang akan diperdebatkan”, paparnya.

Kemudian tak ketinggalan, Muhammad Yanuar juga memaparkan kesannya dengan mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mempersiapkan dan mendoakan kelancaran kegiatan selama berkompetisi.

“Kepada semuanya kami mengucapkan terima kasih, khususnya kepada dosen pembimbing kami yakni Anang Zubaidy, S. H., M. Hum. yang lebih senang disebut sebagai “rekan diskusi atau mas anang” yang telah meluangkan waktu ditengah kesibukannya untuk membina kami, Pembina FKPH FH UII, Kakak-kakak alumni, dan Official Team dari FKPH yakni Addin Akmaluddin yang setia mendapingi”, pungkasnya.