Belajar Pendidikan Kewarganegaraan, Smpit Muhammadiyyah An-Najah Klaten Kunjungi FH UII

Keberadaan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) sebagai institusi pendidikan kembali mendapatkan respon positif dari masyarakat. Setidaknya sebanyak 43 siswa dari SMPIT Muhammadiyyah An Najah Klaten mengunjungi FH UII guna melaksanakan kunjungan belajar di lapangan, pada Selasa (16/10) di Ruang Sidang Utama Lantai 3. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMPIT Muhammadiyyah An Najah.

Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum, Ari Wibowo S.H.I.,S.H.,M.H, menyambut dengan hangat kunjungan dari SMPIT Muhammadiyyah An Najah. Pada sambutannya, Ari Wibowo menyatakan sangat bahagia dapat menyambut rombongan kunjungan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf sebab para pimpinan fakultas tidak dapat hadir dikarenakan ada keperluan lain.

Acara kunjungan dari SMPIT Muhammadiyyah An Najah bukanlah kali pertama. Satu tahun sebelumnya pernah juga diadakan kunjungan serupa. Hanya saja menurut Ari Wibowo, kunjungan sebelumnya disambut oleh jajaran pimpinan fakultas yag berbeda dengan kunjungan kali ini. Sebab, memang pimpinan fakultas yang saat ini baru memulai masa baktinya.

SMPIT Muhammadiyyah An Najah melakukan kunjungan dalam rangka belajar lapangan. Materi kuliah umum disampaikan oleh Ari Wibowo, selaku salah satu dosen di FH UII. Pada penyampaiannya, Ari Wibowo menjelaskan bagaimana bahaya dari tindak pidana korupsi bagi kelangsungan kehidupan bernegara.

Pada kuliah umumnya tersebut, Ari Wibowo menganalogikan betapa kekayaan alam yang melimpah di Indonesia apabila dimanfaatkan dengan maksimal dapat digunakan untuk pembiayaan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa siswa-siswa di Indonesia seharusnya tidak perlu membayar biaya pendidikan lagi jika negara dapat memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki. Namun, kekayaan ini hanya dinikmati segelintir orang. Salah satunya diakibatkan oleh perilaku korupsi yang marak terjadi.

Ari Wibowo menunjukkan berbagai data mengenai kekayaan alam Indonesia. Menurut penjelasannya, Indonesia merupakan negara penghasil tembaga terbesar ketiga di dunia. Selain itu Indonesia merupakan pengekspor bahan bakar gas cair terbesar ketiga di dunia. Tak dapat diragukan lagi bahwa kekayaan alam Indonesia begitu melimpah.

Namun, Indonesia belum dapat mengelola kekayaan alam yang sangat besar tersebut. Sebagai contoh, tambang tembaga dan emas terbesar yang ada di Indonesia saat ini dikelola oleh pihak asing. “Siapa yang mengelola? PT Freeport Indonesia (PTFI)”, terang Ari Wibowo.

Ari Wibowo pun melontarkan pertanyaan kepada para peserta. Ia menanyakan mengapa dengan kekayaan yang dimiliki Indonesia masih banyak dilanda kemiskinan dan kelaparan. Menurutnya, kekayaan alam yang ada di Indonesia masih belum bisa menyejahterakan rakyatnya. Pertanyaan tersebut dijawab oleh siswa peserta yaitu disebabkan oleh perilaku korupsi.

Menurut Ari Wibowo, dengan melihat data kerugian negara per tahunnya akibat korupsi, begitu besar anggaran negara yang tak dapat dimanfaatkan akibat perilaku korupsi. Ari Wibowo pun mengajak para peserta kunjungan untuk bersama-sama memerangi praktik korupsi.

Pada kesempatan tanya jawab, para siswa cukup antusias. Pertanyaan demi pertanyaan pun dijawab dengan ringan dan lugas oleh Ari Wibowo selaku pemateri. Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan cinderamata antara FH UII dan SMPIT Muhammadiyyah An- Najah.