,

Perpustakaan FH UII oleh Irsan Sutoto

Perpustakaan merupakan jantung dari sebuah perguruan tinggi. Meski sumber-sumber-sumber berbasis online telah banyak tersedia dan lebih mudah diakses, tetap saja perpustakaan memiliki keunggulan dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. Read more

Pojok Karya FKPH: Memulihkan Marwah Hakim

 

 

Oleh: Taufiqurrahman

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia & Anggota Forum Kajian dan Penulisan Hukum (FKPH) FH UII

Secara konstitusional, Indonesia menjunjung tinggi konsepsi negara hukum yang tertuang dalam Pasal 1 ayat (3) UUD NRI 1945. Hal ini merupakan tombak utama untuk memastikan hadirnya keadilan dalam keberlangsungan penyelenggaraan bernegara. Penegakan hukum untuk keadilan merupakan salah satu variabel penting dalam penyelenggaraan negara yang berdasarkan atas hukum.

Salah satu instrumen sekaligus aktor yang cukup fundamental dalam penegakan hukum (law enforcement) adalah hakim. Sayangnya, hingga saat ini masih jamak ditemukan hakim di Indonesia yang berperilaku menyimpang, sehingga menciderai sosoknya selaku penegak keadilan. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya hakim yang terjerat kasus tindak pidana korupsi. Setidaknya, 32 hakim sepanjang 3 (tiga) tahun terakhir terjerat kasus korupsi. Bahkan di awal 2019 Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) kembali menangkap tangan hakim di Pengadilan Negeri Balikpapan.

Problem Rekrutmen

Penulis mencermati ada beberapa faktor yang menyebabkan demoralisasi hakim di Indonesia. Pertama,adanya kesenjangan normatif dan empiris dalam mutasi jabatan hakim pasca lahirnya SK KMA No. 139/2013. Pada tataran normatif, sistem mutasi ini sudah cukup baik. Namun pada praktiknya, mutasi dan promosi jabatan hakim masih sangat dipengaruhi oleh kedekatan hakim-hakim pengadilan yang berkedudukan dibawah Mahkamah Agung(MA) dengan hakim-hakim di MA itu sendiri (Komisi Yudisial;2017;126). Senada dengan pendapat Asep Irwan Iriawan (Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti), bahwa praktik mutasi hakim tidak mengedepankan kualitas dan integritas hakim. Kedua, PERMA tentang Pengadaan Hakim cenderung tertutup dan tidak melibatkan partisipasi publik untuk menjaring calon hakim.

Memulihkan Marwah

Penulis mengajukan beberapa usulan sebagai ikhtiyar untuk mengatasi persoalan ini. Pertama, melibatkan publik dengan memberi ruang partisipasi pada proses rekrutmen, promosi, dan mutasi hakim. Adapun yang dimaksud dengan publik ini dapat diwakili oleh tokoh masyarakat, akademisi, dan lembaga kemasyarakatan untuk terlibat memantau, menilai, dan memberi masukan atas kualitas dan integritas hakim maupun calon hakim. Partisipasi publik ini merupakan indikator yang harus diperhatikan untuk dapat menghasilkan hakim yang berkualitas.

Kedua, melibatkan Komisi Yudisial (KY) dalam proses rekrutmen calon hakim.Hal ini tentu harus mengubah sistem rekrutmen satu atap sebagaimana Putusan MK No. 43/PUU-XII/2015, yang hanya memberi kewenangan kepada MA. Dasar pertimbangan keterlibatan KY ini adalah adanya kesepakatan politik pada amandeman ketiga UUD 1945 NRI yang menginginkan pengawasan terhadap hakim, baik itu dari segi etik maupun non etik. Artinya, menjadi relevan ketika KY dilibatkan dalam proses rekrutmen.

Alternatif di atas diharapkan dapat menghadirkan keadilan bagi setiap lini kehidupan masyarakat. Karena, jabatan hakim pada satu sisi merupakan jabatan yang sangat mulia. Tetapi, pada sisi lain, jabatan hakim juga dapat sangat terhina manakala disalahgunakan.

 

IDENTITAS SINGKAT PENULIS

Nama                           : Taufiqurrahman

TTL                              : Medan, 15 November 1999

Institusi                       : Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Organisasi                   : Staf Forum Kajian dan Penulisan Hukum FH UII

Nomor HP                   :  0813-6067-1838

Undangan Temu Wali Mahasiswa 2019 pada 12 Oktober 2019 pukul 08.00-11.00 WIB di Auditorium Kahar Mudzakir Kampus Terpadu UII

UNDANGAN TEMU WALI


Kepada Yth.
Orang tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2019
Program Studi Hukum Program Sarjana (PSHPS)
Fakultas Hukum UII
di tempat

Dengan hormat,

PSHPS FH UII mengundang Bapak/Ibu Wali Mahasiswa berkenan untuk hadir pada:

  • Sabtu, 12 Oktober 2019
  • Pukul 08.00 – 11.00 WIB
  • di Auditorium Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu
  • Jl. Kaliurang Km. 14.4 Yogyakarta
  • Acara: Penjelasan Akademik Peran Serta Orang Tua dalam Mensukseskan Pendidikan Putra/Putrinya di Fakultas Hukum UII

Untuk itu mohon agar memberitahukan kepada para putra-putrinya mengisi google form pada tautan di bawah ini untuk mengetahui kehadiran para orang tua/wali.

[ Form Pendataan Orang Tua / Wali ]

Seluruh wali mahasiswa baru 2019 akan diundang hadir untuk berkenalan dengan civitas akademika FH UII mulai dari Pimpinan, Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa, serta perwakilan alumni. Diharapkan dengan mengenal civitas akademika akan menambah kepercayaan orang tua wali untuk melepas putra putri menempuh studi di PSHPS FH UII. Selain itu diharapkan orang tua wali juga mengetahui sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh Prodi. Dengan demikian peran serta dan kerjasama orang tua wali mahasiswa untuk menyukseskan putra-putrinya dalam menempuh dan menyelesaikan perkuliahan terjalin baik dengan Program Studi.

NB:

Pertemuan fokus pada pengenalan sistem pembelajaran untuk memperlancar studi mahasiswa. Dan tidak ada pembicaraan/pungutan biaya apapun terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di Prodi Hukum Program Sarjana FH UII

Alumni FH UII Berbagai Angkatan Ramaikan Acara 1001 Alumni Pulang Kampung

FOTO : Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., saat menyampaikan sambutannya dihadapan para alumni FH pada acara 1001 Alumni FH UII Pulang Kampung ( Nisa’/ Tim)

TAMANSISWA (UIINEWS): Tidak hanya dihadiri oleh para alumni muda saja, agenda 1001 Alumni Pulang Kampung Fakultas Hukum UII ( FH UII) yang diselenggarakan pada 15 – 16 Muharram 1441 H/ 14 -15 September 2019 juga dihadiri para alumni senior dari dari mulai angkatan 1970 hingga 2018, yang juga hadir dari berbagai daerah diseluruh Indonesia. Read more

Pengumuman Peserta Mata Kuliah Pemagangan

Disampaikan kepada Seluruh Mahasiswa Prodi Hukum Program Sarjana FH UII terkait pelaksanaan Mata Kuliah Pemagangan:

Pendaftaran Peserta CEPT Camp Batch XIX CILACS UII: Jangan Sampai Terlambat

Menindaklanjuti Surat Edaran Wakil Rektor I Bidang Pengambangan Akademik dan Riset UII Nomor 2510/WR.I/20/DLA/IX/2019 perihal CEPT Camp Batch XIX tertanggal 10 September 2019 yang akan diselenggarakan pada: Read more

Pengumuman Perijinan (Dispensasi) Kuliah Prodi Hukum Program Sarjana

Sehubungan dengan pengelolaan perijinan atau ke depan akan disebut dengan istilah dispensasi perkuliahan kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Berdasarkan surat PERDEK Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Nomor : 01/PD-Dek/Div.URT/60/H/IX/2014 tentang IZIN TIDAK MENGIKUTI KULIAH PADA PROGRAM STUDI STRATA- 1 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA dan Edaran Dekan No: 23/Dek/20/DAA/II/2017 tentang Izin Tidak Mengikuti Kuliah. Read more

Susanto FH UII Dampingi Delegasi 02SN Kontingen Propinsi DIY

Banda Aceh (31/08) Susanto salah satu tendik Fakultas Hukum UII berkesempatan mendampingi Kontingen 02SN XII Propinsi D.I. Yogyakarta.  Even bergensi tingkat pelajar nasional tahun ke 12 ini diselenggarakan di Banda Aceh dari 25 sampai 31 Agustus 2019. Olympiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA dan SMK) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia digelar di Stadiun Harapan Bangsa Aceh.

O2SN tahun 2019 ini diikuti oleh 612 peserta dari 204 SMA-SMK dari berbagai penjuru Indonesia. Dari sekian peserta kemudian terbagi masing-masing menjadi 136 atlet SMA dan 68 atlet SMK untuk cabang atletik. Selanjutnya 68 atlet SMA dan 68 atlet SMK pada cabang Bulu Tangkis, dan 136 siswa SMA dan 68 pelajar SMK pada cabang olahraga Pencak Silat.

Salah satu pebulutangkis dari Yogyakarta, walaupun belum mendapatkan emas, namun tetap harus puas dengan mengantungi medali perunggu. Alvianto panggilan keseharian untuk anak MAN 1 Yogyakarta telah meraih juara 2 pada cabang Bulu Tangkis O2SN 2019.

Duka Keluarga Fakultas Hukum UII Kehilangan Calon-Calon Lulusan Terbaik

Ahad, 1 September 2019 bertepatan dengan 1 Muharam 1441H telah meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Magelang, Karang Waru Yogyakarta. Dua mahasiswa yang baru masuk 14 Agustus 2019 pada saat kuliah perdana itu kini sudah kembali keharibaan Allah SWT. Farraz Dhiya Ulhaq bin  Bahrun (19410633) dan Akhmad Khafid Maarif bin Turangga (19410368) telah meninggal dunia Ahad, 1 September 2019 lebih kurang pukul 05.15 WIB. Read more