| https://library.uii.ac.id.https://journal.uii.ac.id/ | https://dspace.uii.ac.id/ |

Mewabahnya Covid-19 memaksa dunia untuk mengenal daring. Tidak hanya local area network namun juga harus menjejakkan kakinya ke dunia World Wide Web (www) atau juga dikenal dengan WAN (Wide Area Network) yang kita biasa sebut internet. Kebijakan Phsycal Distance ini mempengaruhi pola interaksi manusia dari face to face menjadi interface to interface. Saat ini perangkat antar muka yang banyak dipakai komputer atau loptop dan gadget.

Di sisi software pun mendadak tenar aplikasi zoom, sementara google meet yang selalu mendampingi beberapa sekolah atau perguruan tinggi untuk melakukan pembelajaran daring saat ini baru dianaktirikan. Zoom menawarkan fasilitas yang relatif lebih lengkap, dan relatif dari data used sedikit lebih murah dibanding aplikasi fonference lainnya.

Pembelajaran daring mungkin bisa saja terkejar dengan perangkat yang sebenarnya sudah sejak awal memang dibandrol untuk itu. Namun karena budaya yang belum terbentuk, maka platform Google Edupack yang telah menjagai kebutuhan pembelajaran daring saat ini membuktikan dirinya menjadi platform paling handal untuk memberikan layanan administrasi pembelajaran. Dengan segala layanannya google classroom mampu untuk mengorganisir kelas menjadi ruang yang interaktif. Komunikasi antara guru dan siswapun dapat berjalan lancar. Dan yang menarik, perangkat kita tidak akan keberatan dengan sampah-sampah habis pakai kelas. File-file tetap “nyanthol” di ruang itu sampai oleh si pemilik dibersihkan. Dan itu semua ada di google drive, tidak mengotori HP maupun laptop kita. Hanya sekebutuhan saja jika menginginkan untuk mendownloadnya baru masuk ke perangkat kita.

Di sisi lain yang belum bisa mengikuti adalah literatur. Kemampuan buku-buku di perpustakaan masih dominan memenuhi pikiran kita. Kalau cari referensi ya di perpustakaan, tidak ada tempat yang lengkap selain perpustakaan kita. Padahal dalam situasi ini tidak diijinkan untuk mengakses perpustakaan. Oleh karena itu tentu perpustakaan berbasis online yang akan dicari. Semakin lengkap koleksi perpustakaan online menawarkan koleksinya, maka saat ini akan diburu oleh banyak orang.

UII dengan layanan online saat ini memberikan layanan yang cukup untuk menjadi mitra belajar, teman mencari referensi penyusunan makalah, tugas akhir, maupun research. Menawarkan tiga layanan yang handal untuk mahasiswa UII dengan berbagai koleksinya. Terdapat E-Resources yang dapat diakses melalui tautan https://library.uii.ac.id, terdapat juga layanan Jurnal yang dapat diakses melalui link https://journal.uii.ac.id/ dan layanan Repository UII melalui rambahan https://dspace.uii.ac.id/

Namun untuk mengakses journal tidak serta merta dapat diakses, karena journal-journal ini sudah dilanggan oleh UII. Namun aksesibilitasnya harus di jaringan internal lingkungan UII atau dengan kata lain harus mengakses dari kampus. Ketika kita di luar jaringan, maka harus menggunakan open vpn uii. Untuk instal vpn dapat melihat  petunjuk yang telah disiapkan di http://bsi.uii.ac.id. Open vpn ini dapat digunakan pada gadget maupun personal komputer. Sehingga kita tidak perlu khawatir untuk dapat mengakses dari manapun.

Secara sederhana kita bisa download melalui play store pada gadget, sementara dengan komputer kita bisa download dari https://openvpn.net/community-downloads/  kita bisa pilih dengan platform OS kita. Selesai kita menginstall perlu satu langkah lagi yaitu mengimport profil open vpn uii [ unduh ].